Pemerintah Didorong Perkuat Sistem Deteksi Dini dan Mitigasi Bencana

2026-01-12 03:11:51
Pemerintah Didorong Perkuat Sistem Deteksi Dini dan Mitigasi Bencana
JAKARTA, - Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mendorong pemerintah untuk memperkuat dan meningkatkan sistem deteksi dini dan mitigasi terhadap bencana.Hal tersebut disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Senin ."Jika ada kekurangan alat atau sistem, agar segera kementerian terkait menyampaikannya kepada Presiden," ujar Ridwan dikutip dari Youtube DPR RI, Selasa .Baca juga: Update BNPB: 1 Juta Warga Mengungsi Akibat Banjir-Longsor SumateraSelama ini, ia melihat bahwa mitigasi bencana baru dilakukan setelah musibah terjadi dan menimbulkan banyak korban.Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) harus menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk memikirkan langkah mitigasi sebelum bencana terjadi."Setiap hari kita lihat berita longsor, korban sekian orang. Ini menyedihkan. Kita harus berpikir sebelum terjadi, bukan hanya mengatasi setelah kejadian," ujar Ridwan.Baca juga: Kepala BNPB: Saya Mohon Maaf, Tak Mengira Besarnya Dampak Banjir SumateraDalam RDP tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pihaknya sudah memberi peringatan dini tentang cuaca ekstrem di Sumatera Utara (Sumut) sejak delapan hari sebelum bencana terjadi.Lalu, untuk di kawasan Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar), BMKG sudah memberi peringatan sejak empat hari sebelum bencana."Berikut kami sampaikan analisis dari BMKG terkait dengan cuaca terkini di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam rentang waktu 27 November hingga 4 Desember 2025," ujar Teuku."Ini kami sampaikan bahwa untuk daerah Aceh dan Sumatera Barat, BMKG telah menerbitkan press release untuk potensi bencana siklon atau cuaca ekstrem di Aceh dan Sumatera Barat. Ini 4 hari sebelum bencana. Untuk Sumatera Utara, press release-nya telah diterbitkan 8 hari sebelum bencana terjadi," sambungnya.Baca juga: Kesiapan Pusat Bantu Daerah yang Tak Sanggup Lagi Tangani Banjir SumateraBMKG pusat telah memberi wewenang kepada Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I yang membawahi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau untuk menyampaikan peringatan dini.Menurutnya, ketika peringatan disampaikan, sejumlah kepala daerah memberikan respons positif."Ini adalah peringatannya. Beberapa kepala daerah itu langsung memberikan respons positif dengan mengingatkan warganya melalui berbagai kanal. Ini kita sampaikan ke Forkopimda, provinsi, BPBD, semua kami sampaikan. Dan ini terus di-update setiap 2 hari bahwa akan terjadi cuaca ekstrem pada tiga wilayah ini," imbuh Teuku.


(prf/ega)