Lulusan Keperawatan Berpotensi Besar Kerja di Jerman, Catat Syaratnya

2026-02-01 18:37:57
Lulusan Keperawatan Berpotensi Besar Kerja di Jerman, Catat Syaratnya
BANDUNG, - Jerman saat ini menghadapi tantangan demografi yang signifikan. Hal tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja asal Indonesia, terutama dalam sektor kesehatan dan keperawatan.Hal ini diungkapkan Ketua Bidang Pendidikan Alumni Jerman Indonesia (Aljerin), Samuel Siahaan, yang menyatakan bahwa Jerman membutuhkan setidaknya 400.000 tenaga kerja baru setiap tahunnya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan demografi negara tersebut."Mereka karena angka kelahirannya begitu rendah sudah dua generasi, mereka butuh 400.000 orang pertahun," ucap Samuel saat acara ujian sertifikasi bahasa Jerman resmi ÖSD di salah satu hotel di Kota Bandung, Rabu .Samuel menekankan, sektor kesehatan, khususnya perawat, merupakan salah satu bidang yang sangat dibutuhkan di Jerman.Baca juga: Buka Praktik Pemutihan Kulit Ilegal, Alumnus Sekolah Keperawatan DitangkapIa menjelaskan, tenaga perawat asal Indonesia memiliki nilai tawar yang tinggi di negara tersebut.Karakter dasar orang Indonesia yang ramah menjadi salah satu kunci utama."Tenaga kerja Indonesia itu tidak begitu mudah pindah kerja, loyalitasnya tinggi. Kedua, kita dikenal melayani dan ramah sama orangtua. Itu mereka tekankan sekali, dan itu tidak dimiliki semua bangsa," jelasnya.Fitri Afifah Azhari, Marketing Director Deutschlandtara menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat untuk menjembatani kesenjangan ini.Namun, proses seleksi dilakukan dengan ketat."Ada tes tahap awalnya ada interview, ada healthcare dalam bahasa Inggris, ada psikotes. Kalau teman-teman perawat itu lulus tahap awal, baru bisa ikut kelas bahasanya di kami. Jadi ada seleksi di awal," paparnya.Baca juga: Gaji Fantastis, Menteri Mukhtarudin Sebut Perawat Indonesia Diminati Rumah Sakit EropaFitri menegaskan, kunci utama untuk bisa bekerja sebagai perawat di Jerman adalah penguasaan bahasa."Intinya bahasa. Jadi bahasa Jerman itu ada 4 level yang memang harus kita persiapkan dari awal. Mulai dari A1, A2, B1, dan B2. Setelah lulus, seperti ujian hari ini kami adakan, itu baru bisa berangkat ke Jerman," ujarnya.Untuk mendukung persiapan tersebut, Deutschlandtara menyediakan pelatihan bahasa Jerman dari nol hingga B2.Khusus untuk program perawat, seluruh biaya penempatan, mulai dari tiket pesawat, visa, hingga dokumen ditanggung alias gratis."Sebenarnya gratis. Cuma memang kita pakai komitmen fee sebagai tanda keseriusan agar tidak berhenti di tengah jalan. Uang itu akan kami kembalikan untuk ketika dia siap berangkat selesai ujian B1," jelas Fitri.Antusiasme warga Jawa Barat terhadap program ini cukup tinggi. Dalam ujian sertifikasi bahasa yang digelar di Bandung, tercatat 230 peserta ikut ambil bagian.Ujian tersebut diawasi langsung oleh penguji dari Jerman dengan standar ketat, termasuk presisi waktu yang tidak menoleransi keterlambatan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-01 16:07