SURABAYA, - Setiap menjelang malam, di salah satu sudut Kota Surabaya, Jawa Timur, tepatnya kawasan Dharmahusada, terasa lebih syahdu, terutama ketika aroma jahe hangat dari Ronde & Angsle Semarang P Yanto menyambut setiap pengunjung.Di rombong sederhananya, berdiri sosok Sugianto, pemilik sekaligus generasi ketiga dari usaha ronde yang sudah berusia puluhan tahun.Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orangtuanya berjualan, kini ia meneruskan usaha tersebut.Baca juga: Gibran Minum Wedang Ronde di Alkid, Disambut Lagu Sayang dan Warga YogyakartaIa tetap menggunakan nama “Semarang” yang tertera di papan jualannya, warisan dari sang nenek perintis usaha tersebut."Saya lahir dan besar di Surabaya, orang tua saya jualan tahun 1975,” kata pria yang biasa disapa Pak Yanto kepada Kompas.com.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Ronde & Angsle Semarang P. Yanto salah satu kuliner malam yang terletak di Dharmahusada Surabaya, Jawa Timur.Keputusannya meneruskan usaha ronde bukan sekadar mengikuti jejak keluarga, tetapi ada keyakinan tersendiri yang menggerakkan hatinya.“Saya melihat ronde itu peluang bagus untuk saya, jadi saya akan memasarkan tradisi orang tua saya kepada pembeli,” ujar dia. Dua puluh tahun lalu, ia pun memberanikan diri membuka lapak sendiri di kawasan Kapasan, sebelum kemudian berpindah ke Manyar pada tahun 2022, dan pada tahun 2025 ini, ia menetap di Dharmahusada.Kini, tidak salah jika cita rasa rondenya menjadi ciri khas yang tidak berubah sejak generasi sebelumnya.Rondenya berisikan pacar China, degan, dan kacang tanah yang dipadukan dalam kuah jahe.“Dari rasa kuah dan isi ronde ada ronde besar beda sama umum. Itu memang diajari sama orangtua. Resepnya tetap dari awal dan saya mengembangkan saja,” ujar Sugianto.“Jahe kita khusus dari desa, sudah kontrak dari orang desa,” ucap dia. Dalam kesehariannya, dia dibantu istri yang menjadi juru masak utama, dibantu sekitar sembilan pekerja setiap hari untuk menjaga ritme penjualannya.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Suasana Ronde & Angsle Semarang P. Yanto yang menjadi pilihan kuliner malam terletak di Dharmahusada Surabaya, Jawa Timur.Apalagi, memasuki musim hujan seperti saat ini, lapaknya justru semakin ramai.“Buka tiap hari sebulan hanya libur 2 kali. Bulan Desember itu ramai-ramainya, bisa dibilang harinya ronde,” tutur keponakan dari Bu Rudy, salah satu tokoh kuliner di Surabaya.
(prf/ega)
Ronde & Angsle Semarang Pak Yanto, Jejak 3 Generasi Menjaga Hangatnya Tradisi di Surabaya
2026-01-11 15:11:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 13:25
| 2026-01-11 13:12
| 2026-01-11 12:59
| 2026-01-11 12:52










































