Mobilisasi Nataru Capai 119,5 Juta Orang, Transaksi Digital Diproyeksi Naik 50 Persen

2026-01-13 06:29:53
Mobilisasi Nataru Capai 119,5 Juta Orang, Transaksi Digital Diproyeksi Naik 50 Persen
– Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital nasional.Seiring meningkatnya mobilisasi masyarakat, volume transaksi sistem pembayaran diproyeksikan melonjak lebih dari 50 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan estimasi total mencapai sekitar 90 juta transaksi selama periode puncak liburan.Proyeksi tersebut selaras dengan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memperkirakan sekitar 119,5 juta penduduk atau 42,01 persen dari total populasi akan melakukan perjalanan pada masa libur Nataru tahun ini.Angka tersebut mencerminkan kenaikan 2,71 persen dibandingkan periode sebelumnya, sekaligus menjadi sinyal meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan mudik dan wisata.Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara, Ario Tejo Bayu Aji, mengatakan, korelasi antara mobilisasi fisik dan lonjakan transaksi digital semakin erat.Baca juga: Aturan dan Tarif Penyeberangan Merak–Bakauheni Periode Nataru 2025/2026“Kami melihat pemulihan daya beli yang signifikan pada akhir tahun 2025. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, transaksi digital diperkirakan terkonsentrasi pada sektor-sektor yang mendukung aktivitas selama perjalanan, seperti food & beverage (F&B), akomodasi dan transportasi perjalanan, ritel, serta berbagai layanan pendukung lainnya,” ujar Ario dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis .Sebagai informasi, data dan proyeksi tersebut disampaikan dalam Forum Link Nataru 2025/2026. Acara ini merupakan forum flagship tahunan yang diselenggarakan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari ekosistem Danantara melalui Holding BUMN Danareksa.Forum tersebut mempertemukan seluruh anggota yang tergabung dalam Jaringan Link sebagai wadah konsolidasi strategis, dengan tujuan menyelaraskan kesiapan infrastruktur serta operasional pembayaran nasional dalam menghadapi lonjakan transaksi pada momen peak season akhir tahun.Ario melanjutkan, adopsi digital kini semakin matang dengan proyeksi sekitar 80 persen dari lonjakan volume transaksi ini didominasi oleh penggunaan Quick Respons Indonesia Standard (QRIS).“Hal itu mencerminkan pergeseran fundamental cara masyarakat bertransaksi saat berlibur maupun bepergian,” kata Ario.Baca juga: Jaga Harga Pangan Jelang Nataru, Mentan Amran: Yang Naikkan Harga Saya “Vertigokan”Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting. Utamanya, di wilayah transit serta daerah tujuan wisata dan perlintasan antarkota.Direktur Operasional Jalin Argabudhy Sasrawiguna menjelaskan, kesiapan layanan digital yang ditopang jaringan fisik menjadi kunci dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama periode Nataru.Periode siaga operasional atau Posko Nataru ditetapkan mulai Sabtu hingga Senin , dengan puncak transaksi diperkirakan terjadi pada malam pergantian tahun, Rabu .“Infrastruktur fisik tetap relevan di tengah akselerasi digital. Kami memastikan kesiapan titik layanan penarikan tunai melalui pengelolaan jaringan ATM humpunan bank milik negara (Himbara), yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN yang terhubung melalui ATM Link, agar tetap optimal melayani kebutuhan masyarakat," tuturnya.Pihaknya pun fokus menjaga stabilitas layanan, baik di kanal digital maupun jaringan ATM, di tengah lonjakan trafik yang masif.Baca juga: Jelang Nataru, Pemkab Lumajang Gratiskan Uji Emisi Kendaraan Bermotor


(prf/ega)