Gus Yahya dan Ulama PBNU Tangkis Desakan Mundur dari Rapat Syuriyah

2026-01-12 03:44:43
Gus Yahya dan Ulama PBNU Tangkis Desakan Mundur dari Rapat Syuriyah
JAKARTA, - Ulama-ulama berkumpul memementahkan hasil rapat harian Syuriyah PBNU mendesak Yahya Cholil Staquf mundur dari kursi Ketua Umum.Pertemuan digelar di kantor PBNU, Jakarta Pusat, pada Minggu malam.Silaturahmi ulama ini yang dihadiri sekitar 50 orang kiai dari berbagai daerah dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatra Utara. Gus Yahya, sebutan untuk Yahya Cholil Staquf, hadir.“Sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode yang muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu. Semua gembleng 100 persen ini,” kata Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, dalam konferensi pers usai pertemuan itu di lantai 8 kantor PBNU, Jakarta, tadi malam.Baca juga: Gejolak Internal PBNU: Gus Yahya Terancam Lengser hingga Tolak Mundur Said Asrori menegaskan tidak ada pemakzulan terhadap Ketum PBNU Gus Yahya, karena forum suksesi ketum PBNU adalah Muktamar PBNU, bukan rapat harian Syuriyah PBNU.“Kalau ada pergantian, itu majelis yang paling tinggi dan terhormat adalah Muktamar Nahdlatul Ulama. Dan itu diatur di dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan peraturan perkumpulan,” ucap dia.KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf hadir dalam pertemuan Ketua PWNU di Surabaya, Sabtu .Yahya sendiri juga berbicara langsung. Dia menyatakan bahwa rapat harian Syuriyah PBNU tidak memiliki kedudukan hukum untuk memberhentikan dirinya dari jabatan Ketua Umum PBNU.“Apabila dikaitkan dengan pemberhentian mandataris, maka rapat harian Syuriyah tidak memiliki legal standing karena rapat harian Syuriyah tidak berhak memberhentikan mandataris. Itu masalahnya,” kata Yahya.Baca juga: Rapat Alim Ulama PBNU Sepakat Tak Ada Pemakzulan Ketum Gus YahyaDia mengatakan, jabatan Ketum PBNU dalah mandataris Muktamar PBNU.“Sehingga tidak bisa, misalnya, rapat harian Syuriyah itu memberhentikan siapa pun. Memberhentikan pengurus lembaga saja tidak bisa, apalagi mandataris,” sambungnya.Berdasarkan hal tersebut, Gus Yahya mengatakan bahwa hasil rapat harian itu tidak bisa dieksekusi karena tidak mengikat seluruh jajaran di PBNU.“Maka apa yang sebagai keputusan rapat harian Syuriyah beberapa hari yang lalu, ya tidak bisa dieksekusi, tidak bisa mengikat, dan tidak akan ada ujungnya,” ucap dia.Website Nahdlatul Ulama Rais Aam PBNU terpilih, Miftachul Akhyar.Adapun risalah rapat yang mendesak Yahya mundur itu diteken oleh pimpinan rapat sekaligus Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.Rapat Harian Syuriah tersebut digelar di Jakarta, Kamis , yang diikuti 37 dari 53 orang pengurus harian syuriah PBNU.Yahya mengatakan para ulama dijadwalkan bertemu di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, untuk membahas polemik yang sedang terjadi di dalam internal organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut."Insyaallah nanti akan digelar pertemuan yang lebih luas dengan menghadirkan para kiai sepuh (yang lebih senior) dan unsur-unsur kepemimpinan dalam lingkungan NU, di mana yang jadi tuan rumah adalah Pesantren Lirboyo di Kediri," katanya.Baca juga: Gus Yahya: Rapat Harian Syuriyah PBNU Tak Bisa Berhentikan Jabatan Ketum Namun, Yahya mengatakan PBNU belum menyepakati tanggal yang pasti untuk pertemuan tersebut."Tetapi kesepakatan di antara para kiai tadi sudah dicapai, segera akan diselenggarakan pertemuan itu. Mudah-mudahan bisa menjadi pembuka jalan keluar dari masalah yang ada sekarang," ujar dia.


(prf/ega)