Harapan Engkas, Rumahnya Bakal Dibongkar demi Normalisasi Pasirpanggang: Walau Gubuk yang Penting...

2026-01-12 03:41:53
Harapan Engkas, Rumahnya Bakal Dibongkar demi Normalisasi Pasirpanggang: Walau Gubuk yang Penting...
KARAWANG, - Engkas (58) duduk di balai bambu depan rumahnya di Dusun Bugel, RT 015, RW 008, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Kamis .Raut wajahnya tampak gelisah.Engkas merupakan salah satu warga yang rumahnya bakal dibongkar karena terdampak normalisasi saluran Pasirpanggang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.Rumahnya berada di atas saluran, begitu pula anaknya yang tinggal di sampingnya.Baca juga: Melihat Normalisasi Aliran Pasirpanggang di Karawang oleh Dedi Mulyadi"Ikhlas dibongkar juga, gitu doang, yang penting gantinya sesuai. Walaupun gubuk, yang penting ada tempat tinggal," kata Engkas saat ditemui Kompas.com di rumahnya.Engkas yang setiap hari berjualan nasi uduk di depan rumah itu menyebut sudah ada pendataan soal kompensasi.Namun, soal besarannya ia mengaku belum mengetahui."Harapan kalau bisa minta rumah. Walaupun gubuk, yang penting ada tempat tinggal," harap Engkas.Engkas mengaku tak punya lahan atau rumah lagi selain yang ia tinggali kini. Ia pun mengaku masih bingung harus tinggal di mana.Baca juga: Dedi Mulyadi Mediasi Konflik Tiga Kepala Desa untuk Benahi Banjir di KarawangEngkas kini tinggal berdua bersama suami yang bekerja jual beli pisang.Ia membeli lahan yang kini ia tempati pada 2007 dengan sejumlah Rp 2 juta kepada pemilik garapan tanah."Dulu saluran, terus diuruk. Kami pindah pada 2010," ujar dia.Ia dan suami kala itu mengaku terpaksa tinggal di tempat itu lantaran tak ada lahan dan tempat tinggal lain.Ketua RT 015, RW 008 Desa Purwadana, Suwasdi, mengatakan di wilayahnya ada 37 keluarga atau rumah yang terdampak normalisasi.Dari jumlah itu, 13 di antaranya tidak memiliki lahan lain.


(prf/ega)