Angka Stunting Turun, Gibran: Capaian Bersama dari Pusat, Posyandu hingga Ibu-ibu PKK

2026-01-15 18:25:56
Angka Stunting Turun, Gibran: Capaian Bersama dari Pusat, Posyandu hingga Ibu-ibu PKK
JAKARTA, - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyebut bahwa penurunan angka prevalensi stunting pada tahun 2024 turun berkat kerja kolaboratif.“Capaian ini adalah capaian bersama, kerja-kerja kolaboratif dan sekali lagi dari pusat, daerah, kader-kader Posyandu, ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras bapak ibu semua,” kata Gibran dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu .Sebelumnya, Gibran mengungkapkan, angka prevalensi stunting di 2024 turun menjadi 19,8 persen atau turun sebanyak 357.000 anak dibandingkan tahun 2023.Sebab, angka prevalensi stunting pada 2023 sebesar 21,5 persen.Baca juga: Gibran: Angka Stunting Turun Jadi 19,8 Persen di 2024Bahkan, Gibran mengatakan bahwa angka prevalensi stunting tersebut di bawah proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yakni 20,1 persen pada 2024.Namun, Gibran mengingatkan masih ada tantangan besar ke depan. Sebab, pemerintah menargetkan angka stunting bisa turun menjadi 14,2 persen pada 2029.Untuk itu, dia menegaskan agar semua pihak harus bekerja sama untuk mengejar target tersebut."Ke depan tantangannya masih besar Bapak-Ibu semua. Bapak Presiden menargetkan penurunan angka stunting di 2029 dan di angka 14,2 persen. Sudah ada 12 provinsi yang prevalensi stuntingnya di bawah nasional," ujar Gibran.Baca juga: Momen Gibran Ajak Kepala Daerah Dialog Tukar Cerita soal Penanganan StuntingSebagaimana diketahui, penurunan angka stunting menjadi salah satu target pemerintahan Prabowo Subianto.Saat dipercaya menjadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji bahkan mengatakan, bakal memprioritaskan penurunan angka stunting."Poin pertama dalam pesan Presiden Prabowo adalah kerja untuk negara, yang kedua tentu kita sudah lihat banyak data, maka yang kita mulai prioritas khususnya pesan beliau adalah masalah stunting,” kata Wihaji di Auditorium BKKBN Jakarta pada 22 Oktober 2024, dikutip dari Antaranews.Namun, dia menyebut bahwa penurunan stunting membutuhkan proses karena berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia. Oleh karenanya, tidak dapat dilihat langsung hasilnya.Apalagi, menurut dia, permasalahan dan data tiap daerah berbeda. Sehingga, hasilnya pasti tidak bisa dilihat secara langsung."Stunting ini butuh proses, saya kira yang paling penting adalah harus turun, tentu nanti kita akan lihat potensi, kemampuan, dan pasti kita akan menyebut angka, pada akhirnya kita akan cek dulu, karena memang di masing-masing daerah berbeda, stunting tidak bisa seperti kita menyelesaikan masalah gatal, digaruk langsung sembuh," ujarnya.Kemudian, Wihaji mengungkapkan, program keluarga berencana juga menjadi program prioritasnya untuk menghasilkan generasi emas."Keluarga berencana dan pembangunan keluarga ini yang terus kita kejar, karena nanti pasti kita berhadapan dengan generasi emas, dan ini ukurannya ada manusia, maka butuh segala hal yang berkenaan dengan cara kita untuk menyelesaikan tentang masalah manusia,” katanya.Baca juga: Menkeu Purbaya Kucurkan Rp 300 Miliar untuk Daerah yang Turunkan Stunting


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 18:20