Loloskan Iklan Scam dari China, Platform Medsos Mark Zuckerberg Raup Rp 50 T

2026-01-12 21:53:28
Loloskan Iklan Scam dari China, Platform Medsos Mark Zuckerberg Raup Rp 50 T
SAN FRANCISCO, — Dokumen internal Meta pada 2024 mengungkap bahwa iklan penipuan dan konten terlarang asal China di Facebook, Instagram, dan WhatsApp menyumbang miliaran dollar bagi pendapatan perusahaan.Meski pemerintah China melarang warganya menggunakan platform media sosial Meta, Beijing tetap mengizinkan perusahaan-perusahaan China beriklan untuk konsumen luar negeri.Skema ini menjadikan bisnis iklan Meta di China tumbuh pesat, dengan pendapatan mencapai lebih dari 18 miliar dollar AS (sekitar Rp 300 triliun) per tahun pada 2024, atau lebih dari sepersepuluh total pendapatan global Meta.Baca juga: Meta Setuju Bayar Trump Rp 406 Miliar atas Penangguhan AkunNamun, menurut dokumen internal Meta yang ditelaah Reuters, sekitar 19 persen dari pendapatan tersebut—lebih dari 3 miliar dollar AS (sekitar Rp 50 triliun)—berasal dari iklan penipuan, perjudian ilegal, pornografi, serta konten terlarang lainnya.Dokumen itu merupakan bagian dari kumpulan materi internal yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, dihasilkan selama empat tahun terakhir oleh berbagai tim Meta, mulai dari divisi keuangan, lobi, teknik, hingga keselamatan.Shutterstock/Rawpixel.com Ilustrasi penipuan. Penipuan berkedok e-tilang kian marak melalui SMS. OJK mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengklik tautan mencurigakan dan selalu mengecek informasi hanya melalui kanal resmi.Dokumen internal menunjukkan, Meta meyakini bahwa China merupakan negara asal sekitar seperempat dari seluruh iklan penipuan dan produk terlarang di platform Meta secara global.Korbannya beragam, mulai dari konsumen di Taiwan yang membeli suplemen kesehatan palsu, hingga investor di Amerika Serikat dan Kanada yang kehilangan tabungan mereka.“Kami perlu melakukan investasi signifikan untuk mengurangi kerugian yang terus meningkat,” tulis staf Meta dalam sebuah presentasi internal pada April 2024 kepada pimpinan operasi keselamatan perusahaan.Sebagai respons, Meta membentuk tim anti-penipuan khusus yang berfokus pada aktivitas dari China.Dengan memperketat penegakan aturan, Meta berhasil memangkas iklan bermasalah hampir setengahnya pada paruh kedua 2024—dari 19 persen menjadi sekitar 9 persen dari total pendapatan iklan Meta yang berasal dari China.Menurut dokumen internal, situasi berubah setelah campur tangan manajemen puncak Meta.Sebuah dokumen akhir 2024 mencatat, “Sebagai hasil dari perubahan strategi integritas dan tindak lanjut dari Zuck,” tim penegakan iklan China diminta untuk menghentikan pekerjaannya.Reuters tidak dapat memastikan secara rinci sejauh mana keterlibatan CEO Meta Mark Zuckerberg atau apa yang dimaksud dengan “perubahan strategi integritas” tersebut.Namun, dokumen menunjukkan bahwa setelah itu, Meta membubarkan tim anti-scam khusus China, mencabut pembekuan terhadap agen iklan China baru, dan menunda sejumlah langkah penanggulangan penipuan lain yang sebelumnya terbukti efektif dalam uji internal.


(prf/ega)