Korupsi Berujung Rehabilitasi

2026-02-03 02:41:27
Korupsi Berujung Rehabilitasi
PADA hari pelantikannya sebagai Presiden, Prabowo Subianto menyampaikan janji yang menancap kuat di kesadaran publik: “Kita akan mengejar koruptor sampai ke Antartika.”Janji itu bukan sekadar retorika, tetapi simbol komitmen moral untuk menegakkan pemerintahan bersih. Pemerintahan yang meyakini bahwa korupsi adalah musuh bersama bangsa.Namun, publik terkejut ketika pemerintah kemudian memberikan pengampunan dan rehabilitasi terhadap figur-figur publik yang pernah berhadapan dengan kasus korupsi.Sebelumnya, Presiden Prabowo memberikan abolisi kepada Thomas Trikasih Lembon alias Tom Lembong dan amnesti untuk Hasto Kristiyanto. Terakhir, Presiden Prabowo memberikan rehabilitasi kepada mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi yang terjerat kasus korupsi dalam proses kerja sama usaha dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada 2019–2022.Selain Ira, Prabowo juga memberikan rehabilitasi kepada dua mantan direksi ASDP, yakni Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP Muhammad Yusuf Hadi dan mantan Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP Harry Muhammad Adhi Caksono dalam kasus yang sama.Baca juga: Presiden, Rehabilitasi, dan Kepastian HukumTindakan ini langsung menimbulkan debat, apakah negara sedang mengabaikan komitmen yang baru saja dicanangkan? Ataukah kita sedang menyaksikan lahirnya preseden baru dalam penegakan hukum?Dalam teori akuntabilitas politik, janji seorang presiden bukanlah sekadar pernyataan, tetapi kontrak moral dengan rakyat.Ketika tindakan pemerintah tidak sejalan dengan janji tersebut, maka kepercayaan publik sebagai modal sosial bagi pemerintahan mulai tergerus.Pemberantasan korupsi adalah isu yang sangat sensitif. Setiap langkah pemerintah di area ini memiliki dampak simbolik dan struktural.Rehabilitasi tokoh tertentu yang berkasus korupsi menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan kesungguhan agenda antikorupsi pemerintahan.Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Ia merusak institusi, memiskinkan rakyat, dan menggerogoti legitimasi negara.Karena itu, seluruh instrumen hukum dan kebijakan publik dirancang untuk mengurangi ruang kompromi dalam penanganannya.Dalam konteks tersebut, pemberian amnesti, abolisi, atau rehabilitasi kepada individu yang sedang atau pernah berkasus korupsi merupakan anomali.Secara hukum memang dimungkinkan, tetapi secara etis dan politis tindakan itu menghadirkan risiko besar. Memberikan sinyal keliru kepada pejabat publik bahwa korupsi masih bisa dinegosiasikan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-02-03 15:34