Banjir Luapan Kali Lamong di Balongpanggang Gresik Mulai Surut

2026-01-12 17:58:54
Banjir Luapan Kali Lamong di Balongpanggang Gresik Mulai Surut
GRESIK, - Luapan Kali Lamong yang sempat merendam beberapa desa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berangsur mulai surut.Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Sukardi, banjir yang sempat terjadi pada 6 desa di Kecamatan Balongpanggang, kini menyisakan Desa Pucung.Sementara di Desa Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karang Semanding, dan Banjar Agung, sudah surut."Hingga hari ini pukul 08.12 WIB, di Kecamatan Balongpanggang tinggal Desa Pucung. Jalan poros desa tergenang dengan ketinggian air 5 sampai 10 cm, dan persawahan seluas kurang lebih 5 hektare," ujar Sukardi, Selasa .Baca juga: Kali Lamong Meluap, 15 Desa di 3 Kecamatan di Gresik TerdampakSementara di Kecamatan Benjeng, di Desa Lundo banjir masih merendam persawahan sekitar 10 hektare.Di Desa Sedapur Klagen, jalan poros desa masih tergenang dengan ketinggian air 20 hingga 45 cm.Jalan lingkungan setinggi 10 hingga 25 cm, juga menggenangi sebanyak 103 rumah warga dengan ketinggian 5 hingga 10 cm, fasilitas umum (fasum), dan persawahan seluas sekitar 70 hektare.Adapun di Desa Delik Sumber, jalan poros desa juga masih tergenang dengan ketinggian air antara 10 hingga 30 cm, jalan lingkungan 10 hingga 40 cm.Serta, sebanyak 110 rumah warga dengan ketinggian antara 10 hingga 20 cm, fasum, dan persawahan seluas sekitar 27 hektare.Baca juga: 3 Hari Pencarian, Remaja Gresik yang Tenggelam di Pantai Dewaruci Purworejo Ditemukan MeninggalSementara di Desa Kedung Rukem, air dengan ketinggian 30 hingga 70 cm masih menggenangi jalan poros desa.Jalan lingkungan tergenang 15 hingga 25 cm, persawahan seluas sekitar 45 hektare, fasum, sebanyak 230 rumah warga dengan ketinggian air 10 hingga 20 cm, serta jalan raya tergenang dengan ketinggian air mencapai 15 hingga 25 cm."Untuk Desa Munggugianti, yang tergenang jalan poros desa 20 sampai 50 cm, kemudian jalan lingkungan 15 sampai 30 cm, juga ada kurang lebih 110 rumah warga tergenang dengan ketinggian air antara 5 sampai 10 cm, masjid dan TPQ (fasum), serta persawahan seluas kurang lebih 50 hektare," kata Sukardi.Sedangkan di Desa Bulurejo, banjir masih merendam jalan poros desa setinggi 10 hingga 25 cm, jalan raya dengan ketinggian air 10 hingga 20 cm, jalan lingkungan 10 hingga 50 cm, sebanyak 140 rumah warga dengan ketinggian air 5 hingga 10 cm, juga fasum."Di Desa Sirnoboyo, jalan poros desa tergenang air setinggi antara 10-50 cm, dan jalan lingkungan 5-10 cm," ucap Sukardi.Baca juga: Menembus Banjir, Relawan Universitas Sunan Gresik dan Barakarsa Bawa Bantuan dan Harapan ke Aceh TamiangAdapun di Kecamatan Cerme, banjir masih merendam Desa Dadapkuning.Dengan jalan raya tergenang air setinggi 5 hingga 15 cm, jalan lingkungan 5 hingga 10 cm, serta terdapat tanggul yang jebol sepanjang 3 meter dengan kedalaman 2 meter.Tanggul jebol juga terjadi di Desa Ngembung, sepanjang 3 meter dengan kedalaman 2 meter."Untuk tanggul yang jebol, sementara ditangani secara gotong royong, karena akses alat berat belum bisa masuk," tutur Sukardi.Selain terus memantau perkembangan banjir dan berkoordinasi dengan pihak terkait, BPBD Gresik dikatakan Sukardi, juga menyiagakan perahu lipat di Desa Kedung Rukem, serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.


(prf/ega)