Capaian Polda Riau Selama 2025: Kriminalitas Turun, Green Policing Menguat

2026-01-17 08:36:20
Capaian Polda Riau Selama 2025: Kriminalitas Turun, Green Policing Menguat
Kepolisian Daerah (Polda) Riau menutup tahun 2025 dengan sejumlah capaian positif. Selain penegakan hukum, Polda Riau juga menunjukkan komitmennya dalam penguatan stabilitas keamanan dengan penguatan Green Policing."Sepanjang tahun 2025, kami tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan, pemulihan, dan keterlibatan masyarakat. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen," ujar Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam rilis akhir tahun di Mapolda Riau, Pekanbaru, Minggu (28/12/2025).Rilis akhir tahun ini digelar sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi Polda Riau terhadap publik. Melalui keterbukaan informasi ini, Polda Riau menunjukkan performa nyata dengan menurunnya angka kriminalitas sebesar 17 persen dan peningkatan penyelesaian perkara hingga 81 persen.Dalam pemaparannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan angka kejahatan di wilayah hukum Polda Riau sepanjang 2025 mengalami penurunan. Polda Riau mencatat jumlah total kejahatan di 2025 mencapai 11.651 perkara, turun sebanyak 2.548 perkara atau 17 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 14.199 perkara.Sementara itu, tingkat penyelesaian perkara justru mengalami peningkatan signifikan. Dari total perkara yang ditangani, 9.398 perkara atau 81 persen berhasil diselesaikan, naik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 70 persen."Capaian ini mencerminkan bahwa upaya, komitmen, dan konsistensi Polda Riau dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan di Polda Riau yang terus kami jaga," tegas Kapolda. Kapolda Riau yang akrab disapa Herimen ini menegaskan, tahun 2025 menjadi momentum penguatan Green Policing, seiring tingginya kompleksitas kejahatan lingkungan di Riau."Green Policing adalah jalan tengah antara penegakan hukum dan keberlanjutan lingkungan. Riau membutuhkan pendekatan ini," tegas Herimen.Sepanjang tahun ini, Polda Riau menangani 148 perkara kejahatan sumber daya alam dan ekosistem, naik dibanding tahun sebelumnya. Kasus tersebut meliputi karhutla, illegal logging, illegal mining, kehutanan, migas, hingga karantina.Khusus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tercatat 61 perkara dengan 70 tersangka, disertai langkah masif mitigasi seperti lebih dari 1,2 juta patroli karhutla, 904 sekat kanal, 953 embung, 214 menara pantau, serta pemasangan 242 plang karhutla.Polda Riau menerapkan konsep Green Policing dalam mengatasi masalah lingkungan di Provinsi Riau dengan pendekatan kolaborasi berbasis komunitas dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari jajaran Forkopimda, civitas akademika, masyarakat adat, hingga kalangan pelajar.Upaya ini tidak hanya dilakukan dalam penegakan hukum, tetapi juga kegiatan preemtif dan preventif, antara lain dengan melakukan penanaman pohon.Menjelang akhir tahun 2025, Polda Riau mencapai rekor dengan menanam 21.000 pohon di seluruh jajaran polres hingga polsek, berbarengan dengan Hari Pohon Sedunia 21 November 2025. Kegiatan ini sekaligus menguatkan komitmen Polda Riau dalam menjaga hutan tetap lestari.Pencapaian tersebut tidak hanya dipandang sebagai angka statistik, namun merupakan bukti komitmen Polda Riau dalam mewujudkan visi human solidarity-memastikan masyarakat dapat hidup berdampingan secara harmonis, memitigasi konflik sosial melalui strategi Green Policing, serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di seluruh wilayah Provinsi Riau.Irjen Herimen menyampaikan semua capaian ini adalah hasil kerja kolektif Polda Riau dan jajaran polres hingga polsek. Polda Riau akan terus berkomitmen melindungi tuah, menjaga marwah, demi keamanan, keadilan, dan keberlanjutan Riau."Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita," pungkas Irjen Herimen.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-17 06:37