FLORES TIMUR, - Penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang menetap di hunian sementara (huntara) menginginkan untuk kembali ke kampung.Mereka beralasan huntara tersebut tidak aman untuk ditempati, terlebih setelah banjir dan longsor menerjang lokasi itu pada Selasa .Petrus mengaku peristiwa tersebut membuat warga panik, dan putus asa. Hunian yang mereka tempati terendam banjir dan lumpur."Kemarin ada warga yang mau pulang ke kampung, tetapi saya bingung. Lebih para itu di huntara tiga," ujar Kepala Desa Nobo, Petrus Kikung Witin, Rabu .Baca juga: Kawah Gunung Lewotobi Keluarkan Asap Tebal Setinggi 700 MeterPetrus melaporkan bahwa saat ini sebanyak 305 kepala keluarga (KK) asal Desa Nobo yang menetap di huntara.Ia menegaskan tidak mengizinkan warganya untuk pulang kampung, sebab Desa Nobo masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB)."Kalau mereka pulang lebih berbahaya apalagi sekarang sedang musim hujan," katanya.Petrus berjanji segera berkoordinasi dengan Pemkab untuk mengatasi persoalan tersebut.Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Hunian Sementara Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Terendam BanjirPelaksana Tugas Camat Wulanggitang, Karolus Kelemur mengatakan dampak banjir yang paling parah dirasakan warga Hokeng Jaya dan Nobo. Mereka menetap di huntara tiga.“Bangunan huntara ini, kopelnya bertingkat mengikuti trap, jadi kalau hujan besar dan aliran permukaan besar maka mereka yang pada trap di bawah yang kena dampaknya,” jelasnya.Karolus menyampaikan bahwa pihaknya sudah bersepakat dengan beberapa kepala desa terdampak untuk membangun talud penahan banjir dalam waktu dekat.
(prf/ega)
Huntara Diterjang Banjir, Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi NTT Ingin Pulang Kampung
2026-01-12 14:56:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:51
| 2026-01-12 14:35
| 2026-01-12 14:15
| 2026-01-12 13:45










































