Rangkuman berita: – Pemerintahan Donald Trump melalui Kantor Manajemen Personalia Amerika Serikat (Office of Personnel Management/OPM) pekan ini meluncurkan program baru bernama US Tech Force.Direktur OPM Scott Kupor mengatakan, program tersebut dibentuk sebagai satuan tugas untuk mempercepat modernisasi pemerintahan sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat dalam persaingan global di bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI).Secara garis besar, US Tech Force dirancang sebagai program penugasan sementara, di mana talenta teknologi dari sektor swasta direkrut untuk bekerja langsung di lembaga pemerintah federal selama periode tertentu, sebelum kembali ke perusahaan asalnya.“Pemerintah membutuhkan talenta teknologi terbaik untuk mengerjakan proyek-proyek strategis berskala nasional,” ujar Kupor dalam pernyataan resminya.Baca juga: Trump Melunak, Nvidia Boleh Jual Chip AI Canggih ke China LagiKaryawan-karyawan yang diajak atau direkrut ke dalam satgas US Tech Force ini bukanlah lulusan baru atau fresh graduate, melainkan beragam karyawan yang sudah bekerja di aneka perusahaan teknologi AS kenamaan. Sekitar 20 perusahaan teknologi AS telah menyatakan ikut berpartisipasi dalam US Tech Force. Beberapa di antaranya seperti Palantir, induk Facebook, WhatsApp, Instagram yaitu Meta, Oracle, perusahaan AI milik Elon Musk, xAI dan masih banyak lagi.Program ini juga melibatkan NobleReach Foundation, organisasi nirlaba asal AS yang berfokus mendorong talenta sains dan teknologi untuk berkarier di layanan publik.Nah, lewat US Tech Force, perusahaan teknologi yang berpartisipasi nantinya akan mengizinkan karyawan yang dipilih untuk mengambil cuti dan mengabdi pada negara sementara waktu.Perusahaan-perusahaan ini juga wajib menyediakan pelatihan serta program pendampingan untuk para karyawan yang akan bergabung di US Tech Force.Kupor mengatakan pemerintah AS menargetkan perekrutan awal sekitar 1.000 karyawan teknologi yang akan ditempatkan di berbagai lembaga negara selama masa tugas dua tahun, dengan pelaksanaan paling cepat dimulai pada Maret 2026.Baca juga: Trump Bubarkan DOGE, Departemen yang Dimpimpin Elon MuskPeserta US Tech Force akan direkrut sebagai pegawai di instansi tempat mereka bertugas, seperti Departemen Pertahanan, Departemen Tenaga Kerja, hingga Internal Revenue Service (IRS).Mereka nantinya akan berstatus sebagai pegawai negeri dan pemerintah AS menetapkan kisaran gaji 150.000–200.000 dollar AS per tahun, setara sekitar Rp 2,4 - Rp 3,2 miliar. Besaran gaji tersebut berada di atas rata-rata gaji pegawai federal saat ini.Fokus utama perekrutan adalah mereka yang menjabat sebagai software engineer, data scientist, dan talenta teknologi tahap awal di perusahaan asalnya.Namun, pemerintah juga membuka ruang bagi manajer teknik dari perusahaan swasta yang mengikuti program dengan skema cuti sementara dari perusahaan asal.
(prf/ega)
Trump Bikin US Tech Force, Rekrut Karyawan Meta, xAI, Oracle, dkk
2026-01-12 16:57:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:57
| 2026-01-12 14:35
| 2026-01-12 14:31
| 2026-01-12 14:20










































