- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada Rabu dan Kamis .Masyarakat diimbau untuk tetap sigap menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.“Dengan kesiapsiagaan yang baik, potensi cuaca ekstrem yang berpeluang menimbulkan genangan, banjir, atau longsor dapat diantisipasi sehingga aktivitas harian dan kelancaran transportasi tetap terjaga,” terang BMKG dikutip dari laman resminya.BMKG juga mengimbau agar menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang, serta menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang terlihat rapuh demi keamanan.Baca juga: Indonesia Tak Lagi Aman dari Siklon Tropis, Apa Penyebabnya?Dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan menunjukkan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia bagian barat masih berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupahujan berintensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.Fenomena ini sejalan dengan pola historis yang mencatat bahwa periode akhir 2025 sampai awal 2026 rentan terhadap pembentukan bibit siklon tropis di perairan selatan Indonesia.BMKG juga memprakirakan perpaduan fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal akan mempengaruhi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan.Salah satu fenomena global adalah Dipole Mode Index (DMI) yang saat ini tercatat bernilai −0.46.Nilai DMI tersebut mengindikasikan adanya potensi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.Baca juga: Mengapa Awan Mendung Bisa Terlihat Terang Saat Malam?Selain itu, ada kondisi La-Nina lemah yang ditandai dengan nilai indeks Nino 3.4 sebesar -0.91 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +3.7.Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah Indonesia bagian timur.Lalu, kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO) serta Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator diprediksi akan aktif di beberapa wilayah.Kombinasi fenomena itu berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.Sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Aceh juga membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di perairan barat Aceh hingga Sumatera Utara serta Laut Andaman.“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sekitar bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,” jelas BMKG.Baca juga: Kenali Beda Tanda Hujan Deras Berdurasi Singkat dan Gerimis yang Berlangsung LamaDilansir dari laman resmi, berikut prakiraan BMKG mengenai wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada 10-11 Desember 2025:Baca juga: BMKG Rilis 13 Zona Megathrust di Indonesia, Mana yang Potensi Gempanya Terbesar?Baca juga: Ramai soal Kemunculan “Rip Current” di Pantai Parangtritis dan Disebut Berbahaya, Apa Itu?
(prf/ega)
Ini Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 10-11 Desember 2025
2026-01-11 23:50:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:30
| 2026-01-11 22:00
| 2026-01-11 21:34










































