Sambil Menangis, MUA Lombok Deni alias Dea Lipa Mengaku Mentalnya Tertekan

2026-01-12 04:59:57
Sambil Menangis, MUA Lombok Deni alias Dea Lipa Mengaku Mentalnya Tertekan
MATARAM, - Di tengah hiruk-pikuk media sosial, Deni Apriadi Rahman, yang akrab disapa Dea Lipa, tiba-tiba menjadi sorotan.Pria berusia 23 tahun asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), ini adalah seorang make-up artist (MUA) pengantin yang berjenis kelamin laki-laki.Dengan paras cantik dan gaya berdandan seperti perempuan, Deni viral setelah video dirinya merias pengantin sambil mengenakan hijab menyebar luas.Sayangnya, popularitas ini tak datang dengan sambutan hangat. Narasi negatif bermunculan dari para pengguna media sosial, yang menurut Deni, jauh dari kebenaran."Sebuah akun media sosial memposting foto-foto saya bersama narasi yang tidak benar, penuh fitnah dan sangat melukai perasaan saya, keluarga saya, serta teman-teman yang selama ini mendukung saya.""Postingan tersebut tersebar luas di Facebook, Instagram, dan TikTok," ujar Deni saat ditemui di Mataram, Sabtu .Deni menegaskan, ia tak pernah mengenal pemilik akun tersebut. Tak ada pertemuan, komunikasi, apalagi izin untuk menggunakan foto-fotonya.Tuduhan yang dilontarkan pun berat: dari penista agama, kaum Sodom, hingga disebut sebagai "Sister Hong dari Lombok". Ia dituduh melakukan hal-hal yang tak pernah dilakukannya."Banyak narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan kenyataan bahkan menuduh saya sebagai penista agama, kaum Sodom, Sister Hong dari Lombok, serta menuduh saya melakukan hal-hal yang tidak saya lakukan," tambah dia.Dampak dari viral ini begitu menyakitkan. Deni mengaku mengalami tekanan mental yang hebat.Ribuan komentar berisi cacian, hinaan, dan ancaman teror melalui pesan pribadi membuatnya terpukul."Saya sangat terpukul secara mental, dan fisik, bahkan beberapa kali saya sempat kehilangan kendali dan mengalami pikiran berbahaya terhadap diri saya," ungkap dia sambil menangis. Akibatnya, ia terpaksa membatalkan sejumlah jadwal rias pengantin, yang tak hanya merugikan dirinya, tapi juga asisten, rekan henna artist, dan fotografer.Meski begitu, Deni memahami nilai-nilai masyarakat NTB yang menjunjung tinggi agama, budaya, dan kesopanan."Saya tidak pernah ingin menjadi penyebab kegaduhan atau menyakiti perasaan siapa pun. Melalui pernyataan ini saya ingin memperjelas sekaligus berharap bahwa tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang," katanya.


(prf/ega)