Utang Piutang Rp 90 Juta Jadi Motif Penembakan Tukang Bakso hingga Tewas di Lhokseumawe

2026-01-14 11:20:00
Utang Piutang Rp 90 Juta Jadi Motif Penembakan Tukang Bakso hingga Tewas di Lhokseumawe
LHOKSEUMAWE, – Polisi menangkap A, warga Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, yang diduga menjadi pelaku penembakan terhadap pedagang bakso Muhammad Nasir di Desa Alue Lim, Kota Lhokseumawe.Pelaku dibekuk di Kabupaten Bireuen pada Kamis dini hari. Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menyebutkan, pelaku menembak korban karena masalah utang piutang.“Pelaku membunuh korban atas motif hutang piutang,” kata Ahzan dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis .Baca juga: Pedagang Bakso di Lhokseumawe Tewas Ditembak Orang Tak DikenalMenurut Kapolres, pada 7 November 2025, pelaku mengirimkan uang sebesar Rp 90 juta kepada korban sebagai pinjaman dengan janji segera dikembalikan. Namun, saat korban menagih pada 9 November 2025, uang itu belum seluruhnya dikembalikan.“Korban baru bisa mengembalikan sebesar Rp 30 juta,” ujarnya.Malam itu, pelaku datang ke rumah korban dan mengajaknya duduk di warung kopi untuk membahas utang tersebut. Sekitar pukul 23.30 WIB, pelaku lain datang dengan menggunakan mobil Ayla. Korban kemudian diajak ke dekat jembatan, berjarak sekitar sepuluh meter dari warung kopi.“Menurut pengakuan pelaku, sempat terjadi cekcok antara korban dan pelaku lainnya. Di situ pelaku menembak dua kali,” kata Ahzan.Tembakan itu mengenai lengan dan leher korban hingga tembus ke kepala, menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.Baca juga: Satu Pelaku Penembakan Pedagang Bakso hingga Tewas di Lhokseumawe DitangkapPolisi menyita barang bukti berupa sepucuk senjata api, tiga butir peluru, dan satu unit mobil.“Dalam senjata itu terdapat enam butir peluru. Dua digunakan, tiga disita polisi, dan satu peluru masih kita cari di mana,” ucap Ahzan.Kapolres menambahkan, pihaknya akan melakukan uji balistik terhadap senjata tersebut. “Kami sudah kantongi nama pemilik senjata api,” katanya.Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara.“Kami terus memburu pelaku lainnya,” tegas Kapolres.Diberitakan sebelumnya, pedagang bakso Muhammad Nasir ditembak tak jauh dari rumahnya di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, pada Senin .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-14 10:40