Rencana Wisuda Berubah Pilu, Cerita Ardi Selamatkan Tunangan Saat Bus Cahaya Trans Terguling

2026-01-12 14:16:51
Rencana Wisuda Berubah Pilu, Cerita Ardi Selamatkan Tunangan Saat Bus Cahaya Trans Terguling
SEMARANG, – Ardinata Triguna (28), penumpang bus PO Cahaya Trans asal Cibinong, Bogor, menceritakan detik-detik mencekam saat bus yang ditumpanginya terguling di Tol Krapyak, Semarang, Senin dini hari.“Bus terasa miring, aku pegang bangku depan, lalu calonku (tunangan) saya yang duduk di dekat kaca justru terpental ke arah kanan,” ujar Ardi di RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang, Selasa .Ardi menuturkan kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.00 hingga 00.30 WIB dan berlangsung sangat cepat. Saat kejadian, ia terbangun dari tidurnya setelah merasakan sentakan keras dan mendengar teriakan histeris para penumpang.Baca juga: Orangtua Kades Parung Bogor Jadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol KrapyakKondisi di dalam bus seketika berubah mencekam karena sejumlah penumpang terjatuh dan saling bertumpukan di bagian bawah. Dalam situasi tersebut, Ardi berusaha tetap tenang untuk memastikan kondisi tunangannya, Nyimas Jihan, yang sempat berteriak memanggil namanya.“Ketika Jihan teriak-teriak, panggil nama aku, aku turun. Aku lakukan evakuasi mandiri,” katanya.Ardi melihat pecahan kaca depan bus sebagai satu-satunya jalan keluar. Meski kondisi fisik mulai melemah, ia berhasil menggendong Jihan keluar dari badan bus yang sudah ringsek.“Aku cek dulu keadaan Jihan, aku cek tangannya patah. Lalu aku sadarin (agar) bisa napas karena sesak. Oke, aku atur. Aku cek observasi jalan keluar. Jalan keluar itu hanya yang aku lihat hanya dari kaca depan bis yang sudah pecah. Lalu aku evakuasi secara mandiri aku bawa keluar bis,” kata Ardi.Setelah berhasil menyelamatkan Jihan, Ardi sempat kembali masuk ke dalam bus untuk mengambil telepon genggam guna menghubungi bantuan darurat. Sekitar 10 menit kemudian, tim ambulans dan petugas gabungan tiba untuk mengevakuasi mereka ke rumah sakit.Baca juga: Permintaan Terakhir Ibunda Kades Parung Sebelum Tewas dalam Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol KrapyakArdi menduga bus melaju dengan kecepatan tinggi di atas 100 kilometer per jam sebelum kecelakaan terjadi. Ia merasakan perbedaan gaya mengemudi yang lebih agresif setelah adanya pergantian sopir di rest area Subang.Akibat musibah ini, Jihan harus menjalani operasi pemasangan pen pada lengan kirinya. Padahal, pasangan ini berencana menghadiri prosesi wisuda di Yogyakarta.“Harusnya hari ini gladi dan besok wisuda PPG di Jogja. Sekarang wisudanya di rumah sakit, enggak apa-apa yang penting masih selamat,” tutur Ardi.


(prf/ega)