Pramono Pastikan Pekerja Tewas Tersetrum di Patung Kuda Bukan PJLP DKI

2026-02-01 02:28:59
Pramono Pastikan Pekerja Tewas Tersetrum di Patung Kuda Bukan PJLP DKI
Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa pekerja tewas tersetrum di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, bukan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Pemprov DKI Jakarta. Ia menegaskan korban merupakan tenaga honorer dari program corporate social responsibility (CSR) salah satu bank."Jadi yang di Patung Kuda itu bukan PJLP. Itu adalah honorer di salah satu CSR bank," kata Pramono di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis .Meski begitu, Pramono menyampaikan dukacita atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan Pemprov DKI tetap memberikan bantuan kepada keluarga korban."Walaupun itu terjadi, kami berdukacita dan kami juga tetap memberikan bantuan untuk itu," ujarnya.Sebelumnya, jasad seorang pria ditemukan di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus). Polisi menyebutkan korban diduga tewas tersengat listrik."Telah ditemukan seorang pria dalam keadaan meninggal dunia di dalam bak kontrol pompa air Patung Kuda," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Rabu .Korban ditemukan pada Rabu , sekitar pukul 08.00 WIB. Korban berinisial M (46) ditemukan oleh rekan kerjanya."Rekan kerjanya menemukan korban dan melaporkan kejadian ke petugas kepolisian di sekitar lokasi," imbuhnya.Roby menjelaskan, pria tersebut diketahui merupakan seorang petugas kontrol pompa air Patung Kuda. Korban tewas diduga karena tersengat listrik saat sedang pengecek pompa air."Diduga korban tersengat listrik saat melakukan pengecekan pompa," terang Roby.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-01 01:51