Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Resmi Ditutup, 11 Orang Belum Ditemukan

2026-02-01 20:37:54
Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Resmi Ditutup, 11 Orang Belum Ditemukan
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Selasa malam.Sebagai informasi, operasi SAR korban longsor Banjarnegara sudah berlangsung selama 10 hari.Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, tim gabungan memutuskan operasi SAR tidak dapat dilanjutkan karena faktor keselamatan yang tidak memungkinkan di lokasi bencana."Kondisi tanah yang masih bergerak, cuaca tak menentu, serta luas dan kedalaman timbunan material longsor menjadi pertimbangan utama penutupan operasi SAR di Desa Pandanarum," ujarnya di Jakarta, Selasa , dikutip dari Antara.Baca juga: Polri Kerahkan Tim Trauma Healing Bantu Korban Longsor BanjarnegaraAbdul menjelaskan, pada hari terakhir pencarian Selasa , tim gabungan berhasil menemukan lima jenazah tambahan dan telah dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk diidentifikasi.Dengan demikian, total korban longsor Banjarnegara yang meninggal tercatat 17 orang, termasuk dua potongan tubuh.Di sisi lain, BNPB juga mengonfirmasi masih terdapat 11 warga yang belum ditemukan meskipun seluruh teknik pencarian telah diupayakan selama operasi SAR.Selain korban meninggal, BNPB mencatat ada empat warga mengalami luka-luka serta 1.019 jiwa dari 343 keluarga mengungsi di lima titik pengungsian.Baca juga: 935 Warga Terdampak Longsor Banjarnegara Akan Direlokasi ke Hunian Sementara"Sebagian besar keluarga dan kerabat korban hadir dalam prosesi penutupan operasi SAR. Dilanjutkan doa bersama. Dalam suasana yang penuh haru, mereka menunjukkan ketabahan luar biasa menerima hasil akhir operasi yang secara teknis sudah tidak memungkinkan diperpanjang," terang Abdul.Abdul memastikan BNPB memberikan pendampingan melekat kepada pemerintah daerah (pemda) untuk pemulihan lingkungan dampak bencana, termasuk layanan psikososial, pendampingan administratif keluarga korban, serta rencana relokasi warga dari zona rawan longsor.Data dari posko utama operasi di Desa Pandanarum melaporkan kerugian material mencakup lebih dari 200 rumah roboh hingga kerusakan di beberapa fasilitas ibadah, akses jalan antar desa, saluran irigasi, area pertanian, dan peternakan milik warga.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-01 18:09