- Gedung kantor Terra Drone di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kebakaran pada Selasa siang.Dalam kebakaran itu, sebanyak 22 orang dinyatakan tewas. Diketahui, kebakaran bermula dari baterai drone yang terbakar di lantai satu pada Selasa siang sekitar pukul 12.30 WIB.Api menyebar dengan cepat lantaran area tersebut digunakan sebagai ruang penyimpanan.Hingga kini, polisi menemukan 22 jenazah yang terdiri dari 15 perempuan dan tujuh laki-laki.Salah satu korban tewas adalah Pariyem, perempuan perantau asal Lampung yang dikenali identitasnya lewat sidik jari dan catatan medis.Baca juga: Pengakuan Kurir yang Sempat Antar Paket ke Terra Drone Sebelum Kebakaran, Diterima Wanita HamilDiberitakan Kompas.com, Rabu , Pariyem (25), korban tewas di kebakaran Gedung Terra Drone adalah seorang tulang punggung keluarga. Hal ini dipaparkan oleh Sulaiman, tetangga yang menemani kakak Pariyem melakukan proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati, Rabu .Sulaiman mengatakan, Pariyem adalah anak bungsu yang bekerja di Jakarta demi membiayai kebutuhan ibunya di Lampung setelah ayahnya meninggal dunia. Pariyem sudah bekerja di Terra Drone selama kurang lebih empat tahun.“Iya dia tulang punggung keluarga, karena bapaknya sudah enggak ada, ibunya sudah tua, sudah enggak bisa jalan jauh,” kata Sulaiman.Menurut Sulaiman, Pariyem sempat mengunggah status WhatsApp berisi gambar makanan dan aktivitas istirahat pada Selasa siang itu.“(Status WA lagi) makan. Jam makan siang. Karena ada yang makan siang, ada yang shalat. Itu pas jam makan siang,” jelas Sulaiman.Di sore hari, ponsel Pariyem sudah tidak bisa dihubungi lagi. Di saat itulah, keluarga menerima kabar duka dari Jakarta.Sulaiman dan kakak Pariyem langsung bertolak ke Jakarta dan baru tiba Rabu subuh.
(prf/ega)
Sosok Pariyem yang Tewas di Kebakaran Terra Drone, Hidupi Ibu yang Renta di Lampung
2026-01-13 05:39:10
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 05:44
| 2026-01-13 04:37
| 2026-01-13 04:22
| 2026-01-13 04:06
| 2026-01-13 03:42










































