Desa Nauli Sitahuis, Tapanuli Tengah yang Terisolasi dan Dikepung 10 Titik Longsor

2026-01-12 07:09:55
Desa Nauli Sitahuis, Tapanuli Tengah yang Terisolasi dan Dikepung 10 Titik Longsor
MEDAN, - Desa Nauli Sitahuis di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara, terisolir karena banjir dan longsor yang menerjang pada, Senin .Akibatnya bantuan hanya bisa di kirim melalui helikopter, seperti yang dilakukan Polda Sumut, Minggu .Pemimpin distribusi bantuan dari helikopter Polda Sumut, Kombes Pol Yudhi Surya Markus Pinem mengatakan, bantuan melalui udara menjadi opsi yang paling memungkinkan dilakukan, mengingat kondisi lapangan saat ini masih belum dapat dilalui.Baca juga: Sebanyak 79 SMA/SMK di Sumut Terdampak Banjir, Kepala Dinas Pendidikan: Sampai Seleher Saya“Longsoran yang menutup badan jalan itu tidak mungkin dilalui untuk sementara waktu. Karena kondisi tersebut belum memungkinkan, pengiriman bantuan hanya dapat dilakukan melalui airdrop,” ujar Yudhi dalam keterangan tertulisnya, Senin .Kata Yudhi, dari hasil pemantauan udara, tampak lebih dari sepuluh titik longsor yang belum tertangani mengepung Desa Nauli Sitahuis.Sehingga akses darat menuju lokasi belum dapat dibuka.“Saat ini satu-satunya opsi pengiriman logistik adalah melalui udara. Bantuan tersebut diarahkan langsung ke Desa Nauli Sitahui maupun wilayah sekitar yang juga terisolir,” ungkapnya.Baca juga: Kota Sibolga Sumut Kembali Terendam Banjir akibat Hujan DerasDia juga mengatakan kemarin pihaknya berhasil menurunkan bantuan dengan total berat 300 kilogram yang terdiri dari beras, mie instan, minyak goreng, dan gula.Kata dia pemberian bantuan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga situasi di desa normal kembali dan jalan yang terisolasi bisa diakses setelah dilakukan pembersihan.Sebelumnya banjir dan longsor menerjang 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak Senin .Baca juga: 13 Kecamatan di Sumut Masih Terisolasi, Bobby: Distribusi Bantuan Bisa TerjangkauData data terbaru BPBD Sumut, Senin pukul 08.00, jumlah korban meninggal akibat musibah itu berjumlah 338 jiwa, 138 hilang, terluka 650 dan 42.686 mengungsi.Lokasi terparah di Kabupaten Tapanuli Tengah. Korban meninggal tercatat 110 orang, hilang 94 orang, dan luka-luka 524 orang. Terparah kedua terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Korban meninggal 85 orang, 30 orang hilang dan 69 orang luka-luka.


(prf/ega)