Hujan Lebat Diprediksi Terjadi hingga 29 Desember 2025, Ini Penjelasan BMKG

2026-01-11 03:23:42
Hujan Lebat Diprediksi Terjadi hingga 29 Desember 2025, Ini Penjelasan BMKG
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang bakal melanda sejumlah daerah dari Selasa sampai Senin . Menurut Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, kondisi itu disebabkan meningkatnya fenomena seruakan dingin Asia."Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat peningkatan signifikan pada indeks cold surge (seruakan dingin), yang menandakan aliran udara dingin dari benua Asia menuju wilayah Indonesia," kata Andri dalam keterangannya, Selasa .Di samping itu, terjadi angin Monsun Asia melintas, dan bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia barat daya Jawa Barat yang memicu hujan intensitas sedang hingga lebat dalam tiga hari terakhir di Lampung, Banten, Jawa Barat, serta DKI Jakarta.Baca juga: BMKG memperkirakan, fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal bakal memengaruhi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan. Andri menyebut, pada skala global hingga regional, tercatat perbedaan tekanan lebih dari 10 hPa antara Gushi dengan Hongkong pada Minggu . "Mengindikasikan adanya perambatan seruakan dingin dari Asia menuju Indonesia, yang memicu peningkatan intensitas hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi terutama saat periode Natal 2025," tutur dia./Lalu Muammar Q Menurut BMKG, fenomena cold surge Asia bakal memicu hujan ringan hingga lebat di sejumlah wilayah selama sepekan ke depanBMKG melaporkan suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penguapan di Pesisir Barat Aceh hingga Lampung, Selat Malaka, perairan selatan Kepulauan Natuna, perairan barat Kalimantan Barat, perairan Timur Kalimantan Timur, perairan Timur Kalimantan Utara, perairan Utara Jawa bagian Barat-Tengah, Teluk Cendrawasih, Teluk Bone, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda, serta Samudera Pasifik utara Papua.Kondisi La-Nina yang lemah juga meningkatkan potensi hujan di Indonesia bagian timur. Kata Andri, kombinasi antara Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer diprakirakan aktif di Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Selat Malaka bagian utara sehingga memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah ini.Baca juga:Bibit siklon tropis 93S, dengan tekanan di pusat 985 hPa, dan kecepatan maksimum di dekat pusat sebesar 55 knot, diperkirakan berada di Samudera Hindia barat daya Banten dengan arah pergerakan ke barat."Bibit siklon tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin, dan pertemuan angin di Pesisir Barat Lampung hingga selatan Jawa Barat yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitarnya," jelas Andri.


(prf/ega)