Abdul Wahid Gubernur Riau Keempat yang Terjerat Korupsi, KPK Prihatin

2026-02-04 21:09:06
Abdul Wahid Gubernur Riau Keempat yang Terjerat Korupsi, KPK Prihatin
Abdul Wahid menjadi Gubernur Riau keempat yang tersangkut kasus korupsi. KPK prihatin atas berulangnya kasus korupsi yang terjadi di Provinsi Riau."Sudah empat kali Provinsi Riau ini ada dugaan tindak pidana korupsi atau korupsi yang kemudian ditangani oleh KPK," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa .KPK juga meminta Pemprov Riau melakukan perbaikan usai ada empat gubernurnya yang terkait kasus korupsi. Pemprov Riau diminta serius melakukan pembenahan."Oleh karena itu kami juga menyampaikan keprihatinan, oleh karena itu penting untuk pemerintah daerah khususnya di Pemprov Riau itu untuk lebih serius lagi melakukan pembenahan, melakukan perbaikan bagaimana tata kelola di pemerintah daerah itu kemudian bisa dilakukan upaya-upaya perbaikan," kata dia.KPK, kata Budi, intensif melakukan pendampingan dan pengawasan. KPK ke lapangan untuk mengidentifikasi sektor yang risiko tinggi."KPK kemudian memberikan rekomendasi untuk dilakukan perbaikan kepada pemerintah daerah," sebutnya.Adapun ketiga Gubernur sebelumnya yang tersangkut kasus korupsi yakni Saleh Djasit, Rusli Zainal dan Annas Maamun. Saleh Djasit terkait kasus pemilihan mobil pemadam kebakaran sebanyak 20 unit di Riau pada tahun 2003.Sedangkan Rusli Zainal terjerat kasus korupsi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII Riau. RZ juga terlibat penyalahgunaan wewenang terkait penerbitan Bagan Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu.Sedangkan Annas Maamun terkait kasus suap alih fungsi hutan di Riau dan proyek di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau. Terakhir, ada Abdul Wahid terkait pemerasan yang baru saja terjaring OTT KPK.Abdul Wahid sendiri terjaring OTT terkait dugaan pemerasan yang terjadi di Dinas PUPR Riau. KPK akan mengumumkan status para pihak terkait OTT Abdul Wahid yang diamankan besok.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 21:04