Siklon KOTO dan Bibit Siklon 95B Picu Banjir-Longsor Mematikan di Sumut

2026-01-12 07:08:55
Siklon KOTO dan Bibit Siklon 95B Picu Banjir-Longsor Mematikan di Sumut
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada 24–25 November 2025 dipengaruhi oleh dua sistem cuaca besar, yaitu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B.Kedua fenomena ini terbentuk di sekitar perairan Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan awan konvektif secara signifikan.Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan di Jakarta, Rabu , bahwa dua sistem cuaca tersebut memicu hujan lebat dan angin kencang di Sumatera bagian utara."Kedua sistem ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif sehingga hujan deras terjadi secara meluas dan berujung bencana banjir serta longsor," ujarnya dikutip dari Antara.Baca juga: Banjir Tapsel Sumut, 4 Anggota TNI Evakuasi, 2 Prajurit Hanyut Sempat HilangMenurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bibit Siklon 95B di Selat Malaka memicu pembentukan awan konvektif yang meluas dari Aceh hingga Sumatera Utara.Sementara itu, Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu memperkuat intensitas hujan melalui pola belokan angin dan penarikan massa udara basah ke pusat siklon.Dok BPBD Sumut Penampakan jembatan penghubung jalan nasional Tarutung-Sipirok, Taput, terputus, Senin BNPB melaporkan bahwa empat wilayah di Sumatera Utara yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan mengalami dampak beruntun dari cuaca ekstrem tersebut."Sementara ini delapan warga meninggal, ratusan lainnya luka-luka, dan terjadi kerusakan infrastruktur yang masif," kata Abdul.Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat angka korban yang lebih besar.Baca juga: Banjir Bandang Landa Tapanuli, Air Coklat Bercampur Kayu Meluncur dari PegununganHingga Rabu pagi, terdapat 13 korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang melanda tujuh kabupaten/kota di Sumut."Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini terdapat 13 orang dinyatakan meninggal dunia di tujuh kabupaten/kota," ujar Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati melalui sambungan telepon dari Medan.Sri Wahyuni yang sedang bertugas di Kabupaten Tapanuli Utara menjelaskan bahwa korban meninggal dunia tersebar di dua kabupaten.Baca juga: Banjir dan Longsor Tapsel Sumut: 8 Orang Meninggal, Warga Luka-luka Evakuasi ke PuskesmasDi Tapanuli Selatan terdapat sembilan korban jiwa, terdiri atas enam warga Kecamatan Batangtoru, satu warga Kecamatan Sipirok, dan satu warga Kecamatan Angkola Barat.Sementara itu, empat korban lainnya berasal dari Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, yang tertimbun material longsor di dalam rumah.


(prf/ega)