JAKARTA, – Minat masyarakat membeli kendaraan bekas terus meningkat sepanjang 2025.Namun, di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat lonjakan keluhan terkait kondisi kendaraan yang tidak sesuai dengan klaim penjual.Banyak konsumen mengaku dirugikan karena menemukan kerusakan serius setelah transaksi dilakukan.Baca juga: Ini Rencana Daihatsu Masuk Era ElektrifikasiMenurut Staf Pengaduan YLKI, Arianto Harefa, sebagian besar laporan yang diterima berkaitan dengan mismatch antara informasi penjual dan kondisi asli kendaraan.“Keluhan konsumen atas pembelian kendaraan bekas, baik mobil maupun motor, umumnya berkaitan dengan kondisi kendaraan yang tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh penjual,” kata Arianto kepada Kompas.com, Senin .Ia mencontohkan sejumlah kasus yang cukup sering masuk dalam setahun terakhir.“Misalnya, konsumen membeli mobil bekas yang diklaim mesinnya masih bagus dan belum pernah turun mesin, tapi setelah dipakai justru sering rusak dan tidak layak jalan,” ucapnya.Selain itu, YLKI juga menerima laporan terkait riwayat kecelakaan yang disembunyikan.“Ada juga kasus pembelian mobil bekas yang ternyata pernah mengalami tabrakan, tetapi tidak diinformasikan secara jujur oleh penjual,” ujar Arianto.Tak hanya itu, dugaan pengubahan jarak tempuh pada odometer juga menjadi salah satu aduan yang menonjol.Dok. Serafina Ophelia Serafina Ophelia, pemilik Honda Brio RS 2022 dengan odometer 40.000 Km.Arianto menyebut praktik ini cukup merugikan konsumen karena membuat kondisi kendaraan terlihat lebih baik dari kenyataannya.“Beberapa konsumen merasa tertipu karena spidometernya ternyata tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” katanya.YLKI menilai maraknya kejadian ini menunjukkan masih rendahnya transparansi di pasar kendaraan bekas.Informasi krusial seperti kondisi mesin, riwayat perbaikan, hingga kecelakaan sering kali tidak disampaikan secara utuh, terutama pada transaksi antarindividu.Untuk menghindari kerugian, YLKI mengimbau pembeli agar melakukan pengecekan menyeluruh sebelum transaksi.Baca juga: BBM Sudah Tersedia Lagi, SPBU Shell MT Haryono Kembali Beroperasi Tanpa AntrianKonsumen disarankan membawa teknisi independen atau menggunakan layanan inspeksi profesional, serta tidak hanya mengandalkan klaim penjual.Transparansi penjual, kata Arianto, sangat menentukan terciptanya pasar kendaraan bekas yang sehat dan aman bagi masyarakat.
(prf/ega)
YLKI Catat Lonjakan Keluhan Pembelian Kendaraan Bekas
2026-01-12 17:25:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:03
| 2026-01-12 17:55
| 2026-01-12 17:54
| 2026-01-12 17:47
| 2026-01-12 16:06










































