Liburan Akhir Tahun Dongkrak Transaksi, tapi Awas Risiko Penipuan Ikut Naik...

2026-01-12 08:01:58
Liburan Akhir Tahun Dongkrak Transaksi, tapi Awas Risiko Penipuan Ikut Naik...
JAKARTA, - Lonjakan aktivitas perjalanan masyarakat pada akhir tahun tidak hanya mendorong konsumsi dan transaksi finansial, tetapi juga membuka celah risiko penipuan. Memasuki libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam bertransaksi di tengah meningkatnya mobilitas dan belanja selama musim liburan.Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah perjalanan domestik masyarakat Indonesia pada Desember 2024 mencapai 101,08 juta perjalanan, naik 11,63 persen dibandingkan Desember 2023. Pada periode yang sama, perjalanan internasional juga meningkat dengan 810,44 ribu wisatawan nasional bepergian ke luar negeri, tumbuh lebih dari 19,13 persen secara tahunan. Peningkatan perjalanan tersebut beriringan dengan naiknya aktivitas transaksi keuangan.Sejalan dengan tren itu, Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2024 mengalami peningkatan. Transaksi kartu kredit pada triwulan IV 2024 tumbuh 75 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2024 sebesar 68,0 persen. Kredit Tanpa Agunan juga meningkat 67,6 persen pada triwulan IV 2024, melampaui pertumbuhan triwulan III 2024 sebesar 64,9 persen. Meningkatnya transaksi ini dinilai perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi penipuan.Baca juga: Waspada Modus Penipuan SMS E-Tilang Palsu, Kenali Ciri-cirinyaConsumer Lending Business Head Danamon Enriko Sutarto mengatakan, periode liburan kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan berbagai modus penipuan.“Danamon memahami kebutuhan masyarakat untuk beristirahat dan berlibur sejenak bersama keluarga khususnya di bulan Desember sampai Januari yang merupakan musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Namun harus kita ingat bahwa segala modus penipuan tidak mengenal kata libur,” ujar Enriko, melalui keterangan pers, Senin .Ia menjelaskan, penipuan dapat terjadi pada berbagai jenis transaksi, mulai dari penggunaan kartu debit, kartu kredit, hingga transaksi melalui mesin ATM dan EDC. Modus yang sering muncul antara lain agen perjalanan palsu, pembelian akomodasi melalui kanal tidak resmi, hingga penipuan berbasis teknologi seperti skimming, phishing, dan QRIS palsu. Penipuan digital juga marak melalui akun media sosial palsu, penawaran tiket murah, permintaan refund fiktif, hingga peretasan akun perbankan lewat Wi-Fi atau port USB umum.Menurut Enriko, peningkatan literasi dan kehati-hatian menjadi kunci untuk menekan risiko kerugian finansial selama liburan. “Melalui kampanye #JanganKasihCelah, Danamon kembali mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai jenis penipuan yang mungkin terjadi di musim liburan beserta upaya yang dapat dilakukan,” kata dia.Baca juga: Mengenal Ciri-ciri Modus Soceng e-SIM SwapDanamon mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian kebutuhan liburan hanya melalui akun dan kanal resmi, serta tidak membagikan informasi rahasia perbankan seperti kode OTP, CVV/CVC, PIN kartu, maupun akses aplikasi perbankan kepada pihak mana pun. Nasabah juga disarankan menghindari tautan dan unduhan dari sumber yang tidak dikenal, serta lebih berhati-hati saat bertransaksi di tempat umum.Selain itu, penyimpanan kartu dan keamanan lingkungan saat menggunakan ATM menjadi perhatian penting, termasuk menghindari penggunaan Wi-Fi dan port USB publik ketika mengakses layanan perbankan. Jika terjadi kehilangan kartu atau ditemukan transaksi mencurigakan, nasabah diminta segera melakukan pemblokiran melalui aplikasi dan menghubungi layanan resmi bank.“Tidak hanya mengedukasi nasabah, Danamon juga berkomitmen untuk memberikan perlindungan terhadap data nasabah melalui berbagai inisiatif perlindungan konsumen sesuai ketentuan dari regulator,” ujar Enriko. Ia menambahkan, nasabah diimbau segera menghubungi kanal komunikasi resmi bank apabila menemui kendala transaksi, baik di dalam maupun luar negeri.


(prf/ega)