Kronologi Tertembaknya Lima Petani di Bengkulu Versi Perusahaan

2026-01-15 03:07:31
Kronologi Tertembaknya Lima Petani di Bengkulu Versi Perusahaan
BENGKULU, - Lima petani di Desa Karang Cayo, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, terkena tembakan seorang petugas keamanan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) pada Senin .Kejadian ini memicu perhatian masyarakat dan organisasi lingkungan, seperti Walhi, yang telah memberikan keterangan tertulis terkait insiden tersebut.Manajemen PT ABS memaparkan kronologis kejadian melalui rilis yang diterima Kompas.com, Rabu .Baca juga: Kronologi Penembakan Lima Petani di Bengkulu Versi PolisiManajer Kebun PT ABS, Suri Bakti Damanik menjelaskan, insiden bermula saat perusahaan berencana merehabilitasi jalan kebun menggunakan bulldozer.Pada saat itu, terdapat 13 orang yang terdiri dari 11 karyawan dan dua operator alat berat.Sekitar pukul 12.00 WIB, sekitar 50 orang dari Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) yang dipimpin Edi Hermanto meminta karyawan PT ABS menghentikan aktivitas rehabilitasi jalan.FMPR meminta alat berat dikeluarkan dari lokasi dan melarang kegiatan perbaikan jalan.Baca juga: Petani Menjerit karena Banyak Melon Membusuk akibat Intensitas Hujan TinggiDamanik menjelaskan, pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak dapat menarik alat berat karena sedang beroperasi di dalam lokasi Hak Guna Usaha (HGU) blok E6.FMPR kemudian meminta dibuatkan surat pernyataan yang menyatakan larangan melakukan perbaikan jalan."Karena sudah dikepung kami sudah ketakutan dan untuk menghindari bentrokan," ujar Damanik.Permintaan pembuatan surat pernyataan disetujui oleh perusahaan, tetapi karena tidak ada alat tulis di lokasi, perusahaan menawarkan untuk membuat surat di kantor PT ABS di Kota Manna.Namun, tawaran tersebut ditolak FMPR. Penawaran untuk membuat surat di kantor Desa Karang Cayo atau Kembang Seri juga ditolak oleh FMPR.Sekitar pukul 13.00 WIB, karena surat pernyataan tidak jadi dibuat, FMPR mengultimatum agar alat berat segera dikeluarkan dari lokasi.Damanik menjelaskan, saat itu dia ditarik oleh Edi Hermanto, dan dia mengalami pengeroyokan."Saya ditarik oleh Edi Hermanto, meminta agar saya mengeluarkan alat berat, lalu ramai-ramai puluhan warga memukul pundak saya dengan pelepah sawit. Saya dikeroyok," ungkap Damanik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-15 02:14