Ini Alasan LDA Keraton Solo Majukan Acara 40 Hari PB XIII yang Harusnya Kamis

2026-01-13 07:00:55
Ini Alasan LDA Keraton Solo Majukan Acara 40 Hari PB XIII yang Harusnya Kamis
- Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo menggelar acara peringatan wafatnya Pakubuwono (PB) XIII di Sasana Handrawina pada Rabu .Acara yang dihadiri para abdi dalem serta sentana dalem Keraton Solo ini dimulai sekitar pukul 11.30 WIB."Sebagian abdi dalem, sentana saja yang nderek (ikut) 40 hari dari surutnya dalem PB XIII. Jadi kami dari bebadan tetap mengadakan (peringatan 40 hari),” ujar Ketua LDA sekaligus Adik PB XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng di Keraton Surakarta, Rabu .Baca juga: Dua Kubu di Keraton Surakarta Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya Pakubuwono XIII Secara TerpisahGusti Moeng mengatakan bahwa sebenarnya hitungan 40 hari wafatnya PB XIII jatuh pada Kamis . Namun, pertimbangan adat membuat peringatan tersebut dimajukan."Kalau besok kalau lewat dari jam 3 itu berarti sudah lewat. Jadi kita biasa kalau wilujengan-wilujengan, khol itu juga kita majukan. Kalau untuk selamatan orang yang meninggal itu lebih baik maju tapi tidak boleh mundur,” jelasnya.Selain itu, Gusti Moeng juga mengungkap alasan acara 40 hari digelar pada siang hari.Menurut dia, saat ini kondisi sudah masuk musim hujan. Sementara, banyak abdi dalem datang dari pinggiran kota.Baca juga: Keraton Surakarta Segera Kirim Pemberitahuan Resmi soal Bebadan Baru ke PemerintahArtinya, apabila cara digelar sore atau malam hari, para abdi dalem dikhawatirkan akan kesulitan karena kehujanan.“Ini kan musim hujan. Kalau sore hujan kan kasihan (abdi dalem). Karena banyak (abdi dalem) yang dari pinggiran kota,” ungkapnya.Di sisi lain, kubu PB XIV Purboyo baru akan menggelar acara 40 hari wafatnya PB XIII pada Kamis .“Terbuka untuk umum. Monggo masyarakat yang akan mendoakan,” jelas Penghageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.Baca juga: PB XIV Hamengkunegoro Angkat Abdi Dalem Baru, Libatkan Tokoh Nasional hingga Figur MudaNamun, ia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan berbusana ketika memasuki lingkungan keraton.“Dengan adanya syarat-syarat. Kalau perempuan tidak boleh memakai celana panjang, tidak boleh memakai kaos dan jeans,” terangnya.Menurutnya, acara doa ini tak membutuhkan validasi siapa pun dan fokus pada penghormatan kepada mendiang PB XIII.“Kita tidak butuh validasi. Nanti diplintir lagi nggak datang. Yang penting ini doa untuk Sinuhun. Ini memang upacara doa yang wajib kami adakan untuk Pakubuwono XIII. Pejabat mau datang atau nggak kita nggak memikirkan lagi,” jelasnya.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keraton Surakarta Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya PB XIII, Ini Alasan Dilakukan Siang Hari"


(prf/ega)