Lippo Karawaci Kantongi Pendapatan Rp 6,51 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp 368 Miliar

2026-01-12 05:59:11
Lippo Karawaci Kantongi Pendapatan Rp 6,51 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp 368 Miliar
JAKARTA, - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2025.Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 6,51 triliun dan laba bersih setelah pajak (NPAT) Rp 368 miliar. Di sisi EBITDA senilai Rp 997 miliar.CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, mengatakan, kinerja keuangan ini menunjukkan efektivitas strategi bisnis LPKR yang berfokus pada efisiensi, ketepatan eksekusi proyek, dan penguatan fundamental keuangan.“Kami bangga atas kinerja sembilan bulan pertama yang solid, didukung oleh serah terima produk tepat waktu dan strategi bisnis yang disiplin,” ujar John Riady lewat keterangan pers, Senin .Baca juga: Semen Indonesia (SMGR) Catat Laba Rp 114,84 Miliar per September 2025Selain itu, LPKR juga menjaga posisi likuiditas yang kuat sebesar Rp 2,2 triliun, menegaskan manajemen keuangan yang sehat dan terkendali di tengah dinamika pasar properti nasional.Pada segmen real estat, lanjut John, LPKR mencatat pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 4,02 triliun atau telah mencapai 64 persen dari target tahunan.Capaian ini terutama ditopang oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak terjangkau dan premium, yang menyumbang hingga 70 persen dari total pra-penjualan.Sebagian besar permintaan datang dari pembeli rumah pertama (first-time buyers) dan end-user yang mencari hunian berkualitas dengan potensi investasi jangka panjang.Dua proyek unggulan LPKR, yakni Park Serpong tahap 4 dan 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi kontributor utama peningkatan penjualan.Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh pesat 74 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 5,5 triliun, didorong oleh serah terima unit yang tepat waktu dan efisiensi biaya proyek. EBITDA segmen ini juga melonjak menjadi Rp 843 miliar.Sementara itu, bisnis lifestyle LPKR turut menunjukkan tren pemulihan.Hingga kuartal III-2025, segmen ini membukukan pendapatan Rp 994 miliar, dengan laba kotor naik 8 persen menjadi Rp 758 miliar, serta EBITDA meningkat 21 persen menjadi Rp 335 miliar.Kinerja positif ini didorong oleh meningkatnya tingkat okupansi tenant di pusat perbelanjaan milik LPKR, efisiensi operasional, serta pemulihan sektor perhotelan.Rata-rata tarif kamar hotel naik 2 persen menjadi Rp 635 ribu, sementara kunjungan mal stabil di atas 11 juta pengunjung per bulan, mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap destinasi ritel dan gaya hidup yang dikelola LPKR.John menambahkan, strategi pengembangan perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan melalui pengurangan utang yang berkelanjutan.“Strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan kami melalui pengurangan utang yang berkelanjutan,” katanya.Baca juga: Telkom Bukukan Laba Bersih Rp 15,78 Triliun di Kuartal III-2025


(prf/ega)