ACEH TIMUR, – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mencoba menjangkau titik pengungsian terjauh yaitu di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Senin .Selama ini, bantuan ke kawasan pedalaman itu disalurkan melalui jalur sungai dengan memanfaatkan kapal motor milik masyarakat setempat. Ditambah melalui jalur udara menggunakan helikopter.“Kami gunakan jalur darat dari Aceh Timur ke Langsa lalu Aceh Tamiang," ujar Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat dihubungi via telepon.Baca juga: Mendagri Tanggapi Permintaan Pemprov Aceh ke UNDP dan UNICEFBanjir di Simpang Jernih termasuk kategori parah. Namun karena lokasinya terjauh, penyaluran bantuan terhambat dan membutuhkan waktu lebih lama. Bahkan bantuan logistik harus bermalam di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Kondisi jalan yang terjal, berlumpur, serta gelap membuat perjalanan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan dalam perjalanan satu kali tempuh.Baca juga: Aceh Tengah Padam Lampu Total, Warga Numpang Ngecas ke Mobil KopiDirencanakan, target awalnya adalah menerobos tiga desa untuk menemui langsung masyarakat, yakni Batu Sumbang, Batu Kera, Bidari, dan Rantau Panjang.Namun, berdasarkan laporan yang diterima, Desa Rantau Panjang hingga kini masih dalam kondisi terisolir.“Minimal dua desa harus bisa kita tembus. Dari laporan yang masuk, wilayah tersebut merupakan daerah terparah dan banyak rumah warga yang hilang,” kata Al-Farlaky.
(prf/ega)
Penyaluran Bantuan ke Simpang Jernih, Titik Terjauh di Aceh Timur yang Terdampak Banjir
2026-01-12 06:55:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:01
| 2026-01-12 05:44
| 2026-01-12 05:35
| 2026-01-12 05:19
| 2026-01-12 04:45










































