Prabowo Bakal Borong 100 Jembatan Bailey, Apa Kelebihan dan Risikonya?

2026-01-11 03:18:31
Prabowo Bakal Borong 100 Jembatan Bailey, Apa Kelebihan dan Risikonya?
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto, melalui Kementerian Pertahanan, berencana membeli 100 unit Jembatan Bailey, dari luar negeriKepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan hal itu, dalam konferensi pers penanganan bencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin "Dan juga dari Presiden langsung melalui Kemenhan akan dicari 100 Bailey dari luar, untuk mendukung di bencana ini," kata Maruli.Baca juga: Jembatan Bailey Dipasang di Melalak, Konektivitas Sicincin-Bukittinggi Pulih Januari 2026Jembatan itu nantinya akan dipasang di seluruh daerah Indonesia yang membutuhkan, termasuk di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pascabanjir bandang dan tanah longsor.Langkah ini dipandang sebagai strategi taktis untuk mempercepat penanganan bencana alam di daerah terisolasi.Namun, di balik urgensi tersebut, muncul pertanyaan analitis: Mengapa Jembatan Bailey? Dan apakah investasi besar ini efektif secara jangka panjang?Jembatan Bailey adalah jenis jembatan rangka baja ringan portabel yang dapat dirakit tanpa bantuan alat berat besar.Ditemukan oleh Donald Bailey selama Perang Dunia II, struktur ini menjadi legendaris karena sistem knock-down (bongkar pasang) yang sangat efisien.Baca juga: Akhirnya, Jembatan Bailey di Bireuen Tuntas DibangunDilihat dari kacamata militer dan manajemen bencana, Jembatan Bailey memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi oleh jembatan permanen:1. Kecepatan Instalasi yang Luar BiasaDalam kondisi darurat, seperti jembatan utama yang putus akibat banjir atau serangan musuh, kecepatan adalah kunci.Jembatan Bailey dapat dirakit dalam hitungan jam oleh personel terlatih hanya dengan menggunakan perkakas tangan dan tenaga manusia.2. Mobilitas Tinggi Struktur ini terdiri dari panel-panel standar ringan sehingga mudah diangkut menggunakan truk biasa atau helikopter ke wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.Inilah yang sejalan dengan visi Prabowo untuk memperkuat logistik di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).


(prf/ega)