Jumlah Nasabah Asuransi Tumbuh tapi Pendapatan Premi Lesu, Ada Apa?

2026-01-12 03:42:13
Jumlah Nasabah Asuransi Tumbuh tapi Pendapatan Premi Lesu, Ada Apa?
JAKARTA, - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menjelaskan, jumlah polis industri asuransi jiwa terus tumbuh, tetapi tidak diikuti dengan pertumbuhan premi yang signifikan.Data AAJI hingga kuartal III-2025 menunjukkan total tertanggung asuransi jiwa mencapai 151,56 juta orang.Jumlah tersebut naik 12,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 134,38 juta orang.Namun demikian, jumlah tersebut tidak diikuti dengan pendapatan premi (unweighted) yang justru turun 1,1 persen pada periode yang sama menjadi Rp 133,22 triliun.Baca juga: Perusahaan Asuransi Diminta Mudahkan Syarat Klaim Korban Banjir SumateraKetua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, pada dasarnya jumlah polis industri asuransi jiwa terus naik."Ini mencerminkan bahwa kesadaran pemahaman masyarakat akan proteksi asuransi maupun perencanaan keuangan jangka panjang itu meningkat, lah gitu ya," ujar dia dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III-2025, Senin .Ia memerinci, pertambahan jumlah tertanggung tidak diikuti dengan pertumbuhan jumlah premi karena terdapat satu jenis produk yang pendapatan preminya turun signifikan. "Padahal, mereka sekali dipasarkan preminya cukup besar, yang adalah premi tunggal, polis-polis yang pembayaran preminya itu sekali bayar dan selesai," ucap dia.Lebih lanjut, industri asuransi juga mulai memperluas cakupannya dengan menawarkan produk asuransi untuk kalangan menengah ke bawah. "Ketika tadinya banyak menyasar yang atas," imbuh dia.Perusahaan asuransi juga kemungkinan memperluas area pemasarannya yang sebelumnya hanya di kota-kota besar menjadi ke kota lain yang lebih kecil.Dengan demikian, ada potensi kebutuhan keuangan dan kemampuan masyarakat di kota tersebut tidak lebih besar dibandingkan kota-kota tier 1. "Kami bersyukur masyarakat semakin banyak yang terproteksi dan sedikit banyaknya mencerminkan literasi, mencerminkan awareness. Bahwa preminya beralih ke reguler itu pun masih kami syukuri," tutup dia.Sebagai informasi, data AAJI hingga kuartal III-2025 menunjukkan, total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp 174,21 triliun pada periode Januari hingga September 2025.Angka tersebut meningkat 3,2 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Baca juga: Asosiasi Asuransi Jiwa Soal Program Penjaminan Polis: Bantu Jaga Kepercayaan Masyarakat


(prf/ega)