Layanan Kesehatan Mulai Dibuka di RSUD Aceh Tamiang Pascabanjir Bandang

2026-02-04 05:43:40
Layanan Kesehatan Mulai Dibuka di RSUD Aceh Tamiang Pascabanjir Bandang
ACEH TAMIANG, - RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai bangkit usai terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. "Kalau memungkinkan, per awal Februari 2026 sudah bisa sepenuhnya beroperasi mandiri," ungkap Direktur Utama RSUD Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, SpPD, kepada Kompas.com di lokasi, Minggu . Adapun RSUD Aceh Tamiang adalah salah satu dari dua rumah sakit di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang. Namun, baru rumah sakit ini yang mulai kembali membuka pelayanan kesehatan.Baca juga: ILUNI FKUI Turun Langsung Membantu Pemulihan Layanan Kesehatan di RSUD Aceh TamiangSebagai rumah sakit yang menjadi rujukan bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, sangat krusial bagi fasilitas kesehatan ini untuk lekas pulih. "Kami sudah berhasil membuka kembali UGD (Unit Gawat Darurat), kamar OKA (ruang operasi), dan laboratorium. Tiga hari lalu, kami sudah mengembangkan pelayanan rawat inap, sehingga tidak ada lagi penumpukan di UGD," ungkap dr. Andika.Meskipun masih jauh dari kata "optimal", pelayanan kesehatan yang sudah kembali berjalan setidaknya bisa kembali membantu masyarakat yang membutuhkan. Bahkan, dr. Andika tidak menyangka rumah sakit tersebut bisa kembali beroperasi secepat ini, dan pelayanan yang dibuka kembali. Meskipun, saat ini masih ada beberapa kendala, di antaranya adalah lumpur yang masih menutupi banyak area di rumah sakit, dan sistem pembuangan limbah yang belum memadai. "Tapi alhamdulillah luar biasa perkembangan di rumah sakit. Kami tidak menyangka bisa membuka kembali pelayanan kesehatan secepat ini, kami bayangannya tiga bulan baru bisa buka UGD," tutur dr. Andika. Namun, RSUD Aceh Tamiang sudah mulai beroperasi secara perlahan sejak 9 Desember berkat bantuan dari beberapa pihak, salah satunya Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI).Baca juga: Di Balik Kisah Anak Korban Tsunami Aceh yang Sukses, Pentingnya PendampinganAdapun ILUNI FKUI tidak hanya membantu dari segi obat-obatan dan alat kesehatan, tetapi juga menurunkan langsung dokter relawan yang bakal bertugas sampai RSUD Aceh Tamiang bisa beroperasi secara mandiri. "Mudah-mudahan bantuan dari semua bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bagi kami, ini sangat membantu karena seluruh tenaga organik masih belum bisa maksimal karena memamg masih tahap pemulihan masing-masing," ungkap dr. Andika. Pasalnya, sebagian besar tenaga kesehatan di rumah sakit ini turut menjadi korban bencana. Mereka masih harus berkutat dengan tempat tinggal yang belum bisa ditinggali lantaran masih berlumpur. "Bantuan dari sejawat merupakan bantuan yang luar biasa," sambung dr. Andika. Pada pertengahan Januari tahun depan, pihak rumah sakit bakal mengupayakan untuk mengembalikan semua tenaga organik, supaya rumah sakit bisa lekas mandiri sesuai perkiraan, yaitu awal Februari.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 05:00