Negara yang Penduduknya Rajin Baca Buku, Indonesia Ungguli Korea Selatan

2026-01-11 22:22:50
Negara yang Penduduknya Rajin Baca Buku, Indonesia Ungguli Korea Selatan
- Minat baca di berbagai negara bisa sangat berbeda, dipengaruhi faktor budaya, akses pendidikan, dan perkembangan teknologi.Berdasarkan survei CEO World yang melibatkan lebih dari 6,5 juta responden di 102 negara, warga Amerika rata-rata membaca 17 buku per tahun, sementara masyarakat India sedikit di bawahnya dengan 16 buku.Menariknya, pembaca di kedua negara ini tetap lebih menyukai buku cetak dibandingkan e-book atau audiobook, meski tren konsumsi media digital terus meningkat.Di sisi lain, pasar buku global sendiri mencapai nilai 144,67 miliar dollar AS pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 1,8 persen pada periode 2024–2030. Laporan ini menyoroti bagaimana kebiasaan membaca berkembang di seluruh dunia, menunjukkan bahwa buku bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga pelarian dari tekanan kehidupan sehari-hari.Aktivitas membaca terbukti mampu memberi ruang aman bagi banyak orang untuk berhenti sejenak, memperluas perspektif, dan menemukan inspirasi baru.Baca juga: Negara Paling Berpendidikan di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Berapa?1. Amerika Serikat2. India3. Inggris Raya4. Prancis5. Italia6. Rusia7. AustraliaBaca juga: 10 Negara Paling Berpendidikan di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?8. Spanyol9. Belanda10. SwissIndonesia berada di peringkat 31 dari 102 negara dengan durasi membaca 129 jam/tahun, setara dengan 5,91 buku/tahun. Sementara di peringkat 32 ada Meksiko dan di urutan 33 ada Korea Selatan.Meski tidak termasuk kategori negara dengan durasi baca tinggi, capaian ini menunjukkan Indonesia berada pada posisi menengah dalam daftar global.Baca juga: Studi Harvad Sebut Indonesia Negara Paling Bahagia di Dunia100. Pakistan – 60 jam/tahun (±2,6 buku/tahun)101. Brunei – 60 jam/tahun (±2,59 buku/tahun)102. Afghanistan – 58 jam/tahun (±2,56 buku/tahun)Faktor sosial ekonomi, fasilitas perpustakaan yang terbatas, dan rendahnya akses buku menjadi penyebab umum rendahnya minat baca.


(prf/ega)