SUMEDANG, - Kepribadiannya yang ceria, riang, dan gembira berbalut style yang modis saat memandu wisatawan di lokasi offroad di sekitar kawasan Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tak menyiratkan sedikitpun beban hidup yang sebenarnya masih harus ia tanggung.Namun, di balik kepribadian dan style-nya itu, perjalanan hidup ibu tunggal dari empat anak ini, ternyata pernah berada di titik terendah.Ia adalah Luchiana Rinjani (35), single parent yang berhasil bangkit setelah harus memikul beban utang menggunung yang ditinggalkan mantan suaminya.Kepada Kompas.com, perempuan yang akrab disapa Rinjani ini berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya yang berliku.Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Cabai Rawit di Sumedang Naik Lebih dari 100 PersenTerutama, sebagai seorang ibu yang harus menghidupi sekaligus menjadi inspirasi bagi keempat anaknya.Ibu muda asal Cimalaka, Sumedang ini mengaku, setelah memutuskan berpisah dengan suaminya, ia harus menanggung utang usaha sang mantan yang nilainya mencapai Rp 980 juta lebih."Mantan suami saya dulu punya beberapa usaha, salah satunya jadi pemasok material alam. Mulai dari batu hingga pasir, di bawah PT LBP (Laksana Bangun Padjajaran).""Saat itu, suami dapat tender untuk memasok material alam proyek Tol Cisumdawu. Tapi singkatnya, saat itu, karena terlalu berani, ujungnya ditipu orang hingga akhirnya gulung tikar dan meninggalkan utang mencapai Rp 980 juta," ujarnya kepada Kompas.com di Kopi Sindang Rasa Sumedang, Minggu .KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Luchiana Rinjani saat memandu wisatawan offroad Wisata Saung Situraja di sekitar kawasan Waduk Jatigede, Sumedang, Jabar, belum lama ini. DOK. PRIBADINamun, utang yang seharusnya menjadi beban mantan suaminya ini justru harus ia tanggung sendiri."Dia memilih pergi, meninggalkan beban utang hingga saya yang harus menanggungnya," tutur Rinjani.Masalah tak berhenti di situ, setelah suaminya pergi, Rinjani harus kehilangan salah seorang anaknya.Anaknya itu, dibawa paksa oleh pihak keluarga sang suami tanpa seizinnya.Dua tahun lamanya, ia harus berjuang untuk bisa kembali mendapatkan sang anak."Seolah dipisahkan secara paksa, anak saya itu dibawa pergi sama mertua tanpa izin. Mereka tidak mau mengembalikan anak saya, dan itu menjadi titik ujian paling berat buat saya," tutur Rinjani.Namun, demi sang anak, Rinjani mengaku terus berjuang untuk bisa mendapatkan kembali anaknya ini. Ia, harus berjuang hingga dua tahun lamanya.Baca juga: Modus Baru Pengedar Sabu di Sumedang, Terima Pesanan lewat WhatsApp lalu Ngamen
(prf/ega)
Cerita Luchiana Rinjani: Bangkit dari Jeratan Utang, Sempat Kehilangan Anak hingga Jadi Penggerak Wisata di Sumedang
2026-01-12 03:24:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:56
| 2026-01-12 02:26
| 2026-01-12 02:15
| 2026-01-12 01:26










































