BERAU, - Kekhawatiran terus menghantui para pengendara yang melintas di Jalan Labanan–Kelai.Mereka seakan sedang uji nyali jika melewati ruas penghubung antara Kabupaten Berau dan Kutai Timur itu.Kondisinya didominasi longsoran tebing, badan jalan yang amblas, dan titik-titik rawan yang bisa runtuh sewaktu-waktu.Bagi warga, ini bukan sekadar jalan rusak, melainkan jalur berbahaya yang siap memutus akses kapan saja.Fahrul (41), sopir truk pengangkut barang, mengaku harus ekstra waspada ketika melewati tebing-tebing curam yang sebagian tanahnya sudah turun ke badan jalan.Baca juga: Buaya Masuk ke Area Pemukiman di Berau, Evakuasi Berlangsung Aman“Bukan lubang lagi, tapi jalan longsor. Banyak tebing yang turun ke jalan, jalannya menyempit dan licin. Kalau salah ambil posisi, bisa langsung masuk jurang,” tuturnya, Kamis .Hal serupa disampaikan Andika (27), pengendara motor dari Sambaliung, yang menyebut beberapa titik nyaris tak bisa dilewati saat hujan.“Badan jalannya ada yang amblas setengah. Kalau hujan, tanah bisa turun. Biasa itu, kadang tunggu giliran lewat satu-satu karena bahu jalan runtuh,” katanya.Menanggapi keresahan warga, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syarifatul Sya’diah memastikan bahwa penanganan jalan yang longsor tersebut kini masuk tahap final sebelum pengerjaan.“Kami sudah turun langsung cek lokasi dan sampaikan videonya ke Pak Gubernur dan Balai Jalan. Kondisinya memang sangat parah, banyak titik longsor dan tebing rawan runtuh,” katanya.Walau kewenangan jalan berada di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Komisi III tetap mendorong percepatan perbaikan melalui koordinasi intensif dan penyampaian data kerusakan.Baca juga: Empat Hari Pencarian Awak KM Mina Maritim di Berau Kaltim, 1 Orang Berhasil DitemukanHasilnya, anggaran sekitar Rp 220 miliar untuk penanganan poros Kelai–Labanan sudah selesai dilelang dan segera memasuki proses kontrak.“Artinya tidak lama lagi dikerjakan. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu, ini prioritas,” tegasnya.Poros Labanan–Kelai merupakan jalur ekonomi penting yang menghubungkan mobilitas warga, logistik, dan distribusi komoditas pertanian, perkebunan, hingga tambang dari wilayah selatan Berau.Baca juga: Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Berau, 6 Nelayan Masih HilangKerusakan berupa longsor tebing dan penyempitan badan jalan disebut berpotensi memutus akses antarwilayah jika tidak segera ditangani.“Yang penting keselamatan masyarakat. Kami akan kawal agar pengerjaannya tepat waktu dan tidak menimbulkan korban,” ujar Syarifatul.
(prf/ega)
Jalan Labanan-Kelai di Berau Jadi Uji Nyali Pengemudi: Salah Posisi Bisa Masuk Jurang
2026-01-12 11:49:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:52
| 2026-01-12 11:49
| 2026-01-12 09:56
| 2026-01-12 09:44










































