Kemensos Beri Bantuan Rp 19 Miliar untuk Korban Bencana Banjir-Longsor di Aceh dan Sumatera

2026-01-12 03:01:40
Kemensos Beri Bantuan Rp 19 Miliar untuk Korban Bencana Banjir-Longsor di Aceh dan Sumatera
JAKARTA, - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, senilai Rp 19 miliar."Total bantuan logistik bufferstock yang telah didistribusikan Kemensos untuk tiga provinsi tersebut mencapai sekitar Rp 14.599.409.350," jelas Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan pers, Selasa .Kemudian, Kemensos menggelontorkan Rp 4,5 miliar untuk layanan bantuan bahan natura melalui dapur umum dan dapur mandiri.Baca juga: Kepala BNPB: Saya Mohon Maaf, Tak Mengira Besarnya Dampak Banjir Sumatera"Total dukungan penanganan bencana dari Kementerian Sosial, gabungan antara logistik bufferstock dan bantuan bahan natura untuk dapur umum senilai Rp 19.099.409.350," ujar Gus Ipul, panggilan karib Saifullah Yusuf.Gus Ipul menyampaikan, layanan dapur umum dan dapur mandiri tersebut menjangkau beberapa titik dengan kapasitas sajian.Rinciannya, Sumatera Barat ada sembilan titik, yakni di Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, melayani sekitar 30.000 bungkus makanan per hari.Sumatera Utara terdapat 12 titik, di antaranya ada di Mandailing Natal, Langkat, Tapanuli Utara, yang melayani sekitar 30.000 bungkus makanan per hari.Aceh ada tujuh titik, di Subulussalam, Pidie Jaya, dan sekitarnya, yang melayani sekitar 28.000 bungkus makanan per hari."Angka-angka tersebut merupakan capaian per hari ini dan masih terus bergerak naik, seiring penambahan titik layanan dapur umum yang akan diperbarui setiap hari sesuai perkembangan situasi di lapangan," kata Gus Ipul.Gus Ipul memastikan, Kemensos juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan unsur lainnya untuk menyalurkan bantuan tersebut."Kami memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, balita, penyandang disabilitas, dan ibu hamil di lokasi pengungsian," jelasnya.


(prf/ega)