Kemensos Salurkan Bantuan ke Penyandang Disabilitas Korban Banjir Sibolga

2026-01-17 02:49:00
Kemensos Salurkan Bantuan ke Penyandang Disabilitas Korban Banjir Sibolga
Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas yang terdampak banjir bandang di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Perhatian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan bantuan sembako.Bantuan yang disalurkan meliputi 407 paket sembako, 13 unit kursi roda, dan 2 paket kruk atau alat bantu berjalan, dengan total nilai Rp 433.345.000. Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara Kemensos, Komisi Nasional Disabilitas (KND), dan RBM Hephata HKBP Sibolga.Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan kehadiran negara sangat penting dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi kelompok rentan terdampak bencana."Kami memberikan dukungan dalam rangka perlindungan dan jaminan sosial, sekaligus rehabilitasi. Saya diberikan data yang lengkap sehingga mempermudah kami untuk menyalurkan bantuan. Saya juga berterima kasih kepada RBM Hephata yang berperan membantu penyandang disabilitas, termasuk yang membutuhkan trauma healing akibat bencana," ujar Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).Bantuan diserahkan langsung oleh Gus Ipul kepada penerima manfaat di Kantor Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hephata HKBP Sibolga, Minggu (21/12). Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Jonna Aman Damanik, mengapresiasi langkah Kemensos dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan penyandang disabilitas pascabencana."Kami mengapresiasi Kementerian Sosial dan pihak-pihak lain yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Pada prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa negara benar-benar hadir melalui peran dan fungsi masing-masing," ungkap Jonna.Di sisi lain, Direktur Panti Karya RBM Hephata HKBP Sibolga, Risma Siregar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Kemensos kepada penyandang disabilitas."Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan ini. Bahkan sebelum kami menyampaikan isi lubuk hati kami, Bapak Menteri sudah menjawabnya. Dalam rangka mewujudkan masyarakat inklusif tahun 2030, para penyandang disabilitas perlu terus diberdayakan. Bapak dari Kementerian Sosial, kami dari umat Kristiani pelayan bidang sosial, kita bersama-sama melayani masyarakat," tutur Risma.Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan kebutuhan dasar, pemulihan psikososial, dan keberlangsungan hidup penyandang disabilitas terdampak bencana dapat terpenuhi secara lebih optimal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-17 02:26