- Kebakaran hebat melanda gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa siang . Insiden ini menelan puluhan korban jiwa.Sebanyak 101 personel dengan 28 unit mobil pemadam dikerahkan untuk mengatasi kobaran api. Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan terjadi pada pukul 12.43 WIB, ketika sebagian karyawan masih berada di dalam gedung.Kebakaran gedung Terra Drone diduga bermula dari lantai satu. Sumber api diperkirakan berasal dari baterai yang terbakar. Para karyawan sempat mencoba memadamkan api secara mandiri, namun kobaran cepat membesar karena area lantai satu dipenuhi material yang mudah terbakar.Saat kejadian, sejumlah pegawai sedang beristirahat di lantai dua dan tiga. Asap pekat kemudian dengan cepat merambat hingga ke lantai enam, membuat kondisi semakin kacau dan menyulitkan evakuasi.Pakar kelistrikan bangunan sekaligus Ketua Bidang Standardisasi APPI (Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia), Helvin Herman Tirtadjaja, menjelaskan baterai yang kebanyakan berasal dari lithium memang sangat mudah terbakar.Baca juga: Sudah Tahu Belum Cara Kerja Alat Penangkal Petir?"Bisa karena baterai (pemicu kebakaran cepat membesar), di mana kalau baterai terbakar itu akan terjadi thermal runaway," jelas Helvin saat dihubungi, Rabu .Thermal runaway adalah reaksi berantai tak terkendali di mana panas yang dihasilkan, misalnya dari peningkatan suhu lithium-ion dari baterai drone, memicu pemanasan lebih lanjut.Efek ini dari thermal runaway ini bakal meningkatkan suhu secara eksponensial hingga menyebabkan kerusakan parah seperti kebakaran, ledakan, dan pelepasan gas beracun."Makanya kalau tidak salah korban meninggal itu bukan karena terbakar, tapi meninggal karena asap. Mereka yang selamat itu naik ke atas, terus dievakuasi dari jendela," kata Helvin.Belajar dari kasus kebakaran Gedung Terra Drone dan banyak kejadian kebakaran lain, Helvin juga menyoroti ketiadaan jalur evakuasi pada gedung-gedung yang ada di kota-kota besar seperti Jakarta.Baca juga: 7 Kesalahan Pakai Kabel Colokan, Bisa Picu Korsleting hingga KebakaranIa berharap, ada perbaikan dari para pengelola gedung maupun pemerintah sebagai regulator, agar desain bangunan juga harus memperhatikan keamanan dan jalur evakuasi."Kadang-kadang rumah-rumah, gedung besar, atau kompleks (perdagangan) suka didesain tidak aman (ketika terjadi kebakaran). Bangunan jadi semacam mirip benteng (bangunan rapat), terutama yang tertutup pakai teralis. Memang tujuannya supaya maling susah masuk," beber Helvin.Selain dari desain bangunan untuk pencegahan kebakaran dan evakuasi, lanjut Helvin, dari sisi instalasi kelistrikan juga tidak kalah penting."Dari kelistrikan itu yang harus sangat diperhatikan adalah (peralatan listrik) harus sesuai SNI. Lalu instalasinya harus sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik atau PUIL sesuai aturan Kementerian ESDM," ungkapnya.Baca juga: Mengapa Rumah yang Tinggi Perlu Diberi Penangkal Petir?
(prf/ega)
Ahli Beberkan Dugaan Baterai Drone Picu Kebakaran Hebat di Terra Drone
2026-01-12 05:07:48
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:43
| 2026-01-12 05:24
| 2026-01-12 04:03
| 2026-01-12 03:38
| 2026-01-12 03:15










































