Kenaikan Gaji ASN Belum Diputuskan, Kemenkeu Hitung Kemampuan Fiskal

2026-02-04 22:01:59
Kenaikan Gaji ASN Belum Diputuskan, Kemenkeu Hitung Kemampuan Fiskal
JAKARTA, - Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan menyatakan masih mengkaji surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) soal usulan penyesuaian gaji aparatur sipil negara (ASN).Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Lucky Alfirman menjelaskan pemerintah belum mengambil keputusan apa pun karena prosesnya melibatkan banyak pertimbangan.“Ini bukan simpel kita naikin gaji begitu saja. Remunerasi itu hanya salah satu elemen, dan kita selalu melihat kinerja serta produktivitas ASN seperti apa,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis .Baca juga: Benarkah Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan TaspenLucky menegaskan penyesuaian gaji tidak dapat dilakukan tanpa menghitung aspek struktural yang lebih luas.Evaluasi dilakukan dalam kerangka reformasi birokrasi dan transformasi organisasi yang tengah dijalankan pemerintah bersama Kemenpan RB.Baca juga: BTN Gandeng Pemprov Kepri, Sediakan Pembiayaan Rumah untuk ASNSelain menilai kinerja aparatur, pemerintah juga harus menghitung kemampuan fiskal negara sebelum memutuskan langkah berikutnya. Lucky menekankan keberlanjutan fiskal sebagai faktor utama.“Itu semua yang akan kita pertimbangkan sebelum ada keputusan,” kata Lucky.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 21:46