Digitalisasi Pembelajaran Kunci Pemerataan Akses Pendidikan di Tanah Air

2026-01-13 05:44:50
Digitalisasi Pembelajaran Kunci Pemerataan Akses Pendidikan di Tanah Air
Pemerataan pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam program Asta Cita Prabowo-Gibran. Melalui berbagai terobosan, pemerintah terus berupaya memastikan layanan pendidikan yang merata, modern, dan relevan bagi seluruh pelajar Indonesia. Salah satu program andalannya adalah Sekolah Rakyat, yang diperkuat dengan kolaborasi lintas instansi seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemendikti), Kementerian Sosial (Kemensos), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Digitalisasi pun menjadi kunci penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Komdigi turut mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi yang mampu menjembatani kesenjangan pembelajaran di seluruh penjuru Tanah Air.Dorongan Transformasi: Dari PHTC hingga Digitalisasi Pembelajaran 2025Dalam kerangka modernisasi pendidikan, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), sebuah langkah yang menargetkan peningkatan mutu pendidikan secara merata. Salah satu wujud nyatanya adalah pemasangan perangkat smartboard atau interactive flat panel (IFP) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 resmi diluncurkan di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat (17/11). Inisiatif ini menjadi tonggak percepatan transformasi pendidikan nasional yang lebih interaktif, adaptif, dan menyenangkan bagi siswa."Yang baru saja kita saksikan, ini adalah program kita sebagai usaha kita untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional kita," ujar Prabowo dikutip dari Antara, Selasa (2/12/2025).Prabowo menegaskan bahwa transformasi pendidikan bukan semata tentang distribusi perangkat, tetapi tentang membangun ekosistem belajar yang kreatif, inklusif, serta berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.Pendistribusian Perangkat Digital untuk Sekolah di Seluruh IndonesiaProgram Digitalisasi Pembelajaran mencakup penyediaan perangkat seperti Papan Interaktif Digital (IFP), laptop, media penyimpanan konten, hingga internet satelit dan panel surya bagi sekolah yang belum terjangkau listrik maupun jaringan internet yang stabil.Hingga saat ini, total 215.572 perangkat telah dikirimkan. Sebanyak 172.550 perangkat sudah tiba di sekolah-sekolah penerima, sementara 43.022 lainnya masih dalam proses pengiriman. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat tersalurkan sebelum Desember 2025.Untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat tersebut, pemerintah juga menyediakan konten pembelajaran berkualitas melalui platform Rumah Pendidikan, lengkap dengan bimbingan teknis bagi para guru.Melihat pentingnya peran tersebut, detikcom menghadirkan ajang penghargaan 'Apresiasi Konektivitas Digital' sebagai bentuk pengakuan bagi individu, kelompok, ataupun lembaga yang berkontribusi membuka akses digital hingga pelosok negeri. Ajang ini juga menampilkan berbagai kisah inspiratif di balik upaya menghadirkan konektivitas yang merata.Adapun salah satu kategori yang dihadirkan adalah Sekolah Teladan Digital, yaitu penghargaan bagi sekolah yang berhasil mengadopsi pembelajaran efisien, adaptif, dan berorientasi digital. Sekolah dalam kategori ini dinilai mampu menjadi teladan dalam menghadirkan terobosan digital untuk mendukung kegiatan belajar siswa.Melalui ajang ini, detikcom membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengusulkan figur, komunitas, atau lembaga yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperkuat konektivitas digital, terutama di wilayah 3T. Proses submission dapat dilakukan melalui laman detik.com/apresiasikonektivitasdigital.Ketentuan Pengajuan Nominasi:1. Satu pengusul hanya dapat mengajukan satu nominator.2. Periode submission berlangsung pada 15 November 2025 - 15 Januari 2026.3. Pengajuan harus disertai bukti pendukung seperti foto, video, atau dokumen relevan.Melalui ajang Apresiasi Konektivitas Digital, detikcom ingin memberikan ruang bagi para pejuang digital di seluruh Indonesia yang telah membantu membuka akses teknologi sebagai jembatan menuju kesejahteraan. Inisiatif ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan konektivitas di Indonesia.Dengan semakin meratanya akses digital, masyarakat termasuk yang berada di wilayah 3T memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan berdaya saing di era digital.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-13 04:36