Netizen Thailand "Hujat" Miss Charm Kamboja, Tuduh Jiplak Slogan dan Pakaian Tradisional

2026-02-02 08:13:49
Netizen Thailand
BANGKOK, – Video perkenalan kontestan Miss Charm Kamboja 2025 menuai reaksi keras dari warganet Thailand.Mereka menuduh pihak penyelenggara menggunakan slogan pariwisata ikonik Thailand serta menampilkan busana yang dinilai sangat mirip dengan pakaian tradisional Negeri Gajah Putih.Video yang diunggah di halaman Facebook Miss Charm berjudul “Miss Charm Cambodia 2025 | Introduction Video” itu menampilkan kontestan tahun ini, Det Sreyneat, yang sedang mempromosikan keindahan budaya dan destinasi wisata Kamboja.Baca juga: Thailand Buru Bos Miss Universe, Tipu-tipu Rp 15 MiliarDalam narasinya, Det menggambarkan negeri tersebut sebagai “a land of wonder, warmth, and timeless beauty”.Namun, perhatian warganet Thailand tertuju pada frasa “Land of Smiles," slogan yang sudah lama identik dengan Thailand.Selain itu, busana yang dikenakan Det dalam video tersebut juga dianggap menyerupai busana tradisional Thailand.Tak butuh waktu lama setelah video tersebut diunggah, komentar dipenuhi kritik warganet Thailand.Dilansir The Thaiger, Kamis , sejumlah komentar menuduh kampanye tersebut melakukan penjiplakan terhadap identitas wisata Thailand.“Kalimat itu milik Thailand. Kamboja seharusnya menciptakan identitas mereka sendiri,” tulis salah satu komentar yang mendapatkan banyak respons.Komentar lain menyebut kemiripan busana Det dengan busana tradisional Thailand bukan kebetulan.Baca juga: Viral Miss Israel Diduga Tatap Sinis Miss Palestina di Atas Panggung Miss Universe 2025Sejumlah pengguna media sosial berpendapat bahwa penyelenggara seolah-olah berusaha meniru citra pariwisata Thailand.Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Miss Charm Kamboja terkait banjir kritik tersebut.Perdebatan budaya antara Thailand dan Kamboja bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, warganet dari kedua negara kerap terlibat perdebatan di media sosial mengenai kemiripan pakaian tradisional, kuliner, hingga pertunjukan budaya.Tuduhan saling “mengeklaim” dan “mengapropriasi” budaya kerap memuncak ketika ada ajang internasional atau kampanye pariwisata.Dalam kasus terpisah, kontroversi juga pernah muncul ketika seorang kontestan Miss Teen Kamboja menuduh Thailand “memprovokasi konflik” dalam pidatonya di sebuah ajang nasional — yang kemudian memicu reaksi negatif di media sosial.Baca juga: Sempat Walkout Saat Dihina, Miss Meksiko Menangkan Miss Universe 2025


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-02-02 06:48