Perusahaan Penimbun Kripto Babak Belur, Dampaknya ke Pasar Melebar

2026-01-12 06:19:52
Perusahaan Penimbun Kripto Babak Belur, Dampaknya ke Pasar Melebar
JAKARTA, – Perusahaan-perusahaan penyimpan aset digital (digital-asset treasury/DAT), yakni emiten yang dibentuk khusus untuk menimbun aset kripto, kini menghadapi tekanan berat, termasuk kekayaan keluarga Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Nilai pasar perusahaan-perusahaan ini merosot hingga berada di bawah total nilai aset kripto yang mereka simpan, sesuai kekhawatiran para skeptis selama ini.  Mengutip Bloomberg, Rabu , sejumlah DAT melakukan pembelian kembali saham untuk menahan penurunan harga. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa menjual token kripto untuk membiayai aksi tersebut. Kondisi ini makin menarik perhatian investor aktivis, termasuk Paul Glazer yang dikenal sebagai “True King of SPACs”. Situasi itu membuat DAT yang sebelumnya menjadi sumber dorongan positif bagi pasar kripto, kini justru berubah menjadi beban. Baca juga: IHSG Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Masih Berhati-hati Strategy Inc., perusahaan milik Michael Saylor yang dikenal agresif membeli Bitcoin, turut merasakan tekanan karena penurunan tajam harga Bitcoin sepanjang November 2025 memperberat kinerja saham preferen yang digunakan untuk membiayai pembelian kripto. Pasar kini mencari tanda-tanda apakah tekanan ini sudah mencapai titik terendah. Vincent Liu, Chief Investment Officer (CIO) Kronos Research, mengatakan DAT biasanya mencapai dasar ketika aksi penjualan paksa berhenti, redemption mulai stabil, dan perusahaan kembali membeli kripto dalam jumlah besar. “Sebuah DAT dapat dikatakan sudah menyentuh dasar ketika aksi jual paksa berhenti, redemption mulai stabil, dan struktur perusahaan kembali membeli kripto dalam jumlah besar,” ujar Vincent. Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Menuju Rentang 8.662, Berikut Pilihan Saham Analis Menurut Vincent, perubahan perilaku lebih penting daripada level harga. “Perubahan perilaku itulah sinyal sebenarnya, bukan level harganya,” lanjutnya. Namun, data Artemis menunjukkan premi terhadap nilai aset bersih (NAV) yang sebelumnya dinikmati perusahaan-perusahaan penyimpan kripto kini hampir sepenuhnya hilang. Pada saat yang sama, tekanan dari investor membuat perusahaan lebih cenderung fokus memperbaiki harga saham ketimbang meningkatkan porsi pembelian aset digital. Cosmo Jiang General Partner di Pantera Capital, menilai kondisi pasar saat ini dipenuhi kabar negatif, tetapi mendorong perusahaan mengambil langkah yang lebih menguntungkan pemegang saham, yang pada akhirnya bisa berdampak positif bagi valuasi. “Kita berada pada titik di mana semua kabar buruk sudah muncul dan para pelaku pasar yang pesimistis menjadi suara paling keras,” ucap Cosmo Jiang. “Intervensi mereka akan mendorong perusahaan-perusahaan DAT mengambil langkah yang lebih menguntungkan pemegang saham, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap valuasi di seluruh sektor tersebut,” lanjutnya. Di tengah tekanan tersebut, muncul satu sinyal positif dari Bitmine Immersion Technologies Inc., perusahaan penimbun Ether. Baca juga: IHSG Turun Dari Rekor Tertinggi Hari Ini, ke Level 8.521


(prf/ega)