Konsorsium AS–Jerman Siap Bangun Kawasan Semikonduktor Rp 444 Triliun di Pulau Galang

2026-01-12 01:54:18
Konsorsium AS–Jerman Siap Bangun Kawasan Semikonduktor Rp 444 Triliun di Pulau Galang
JAKARTA, - Konsorsium perusahaan asal Amerika Serikat dan Jerman memastikan pembangunan kawasan industri strategis untuk semikonduktor, pabrik hilirisasi pasir silika, dan produksi kaca di Pulau Galang, Kepulauan Riau, akan dimulai pada awal 2026.Total nilai investasi proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut diperkirakan mencapai USD 26,73 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 444,7 triliun (kurs Rp 16.615 per dollar AS).Konsorsium AS-Jerman terdiri dari PT Quantum Luminous Indonesia (QLI), PT Terra Mineral Nusantara, serta Tynergy Group melalui PT Energy Tech Indonesia dan PT Essence Global Indonesia. Mereka akan membangun fasilitas industri yang mencakup pabrik semikonduktor, solar cell dan wafer, hilirisasi pasir silika, hingga manufaktur kaca berteknologi tinggi.Untuk mempercepat realisasi investasi, konsorsium mendesak penyelesaian seluruh proses perizinan agar pembangunan fisik dapat dimulai pada awal 2026. Mengingat proyek ini berstatus PSN, percepatan izin dinilai krusial untuk memastikan kepastian investasi, kesiapan rantai pasok, pembukaan lapangan kerja, serta transfer teknologi dari perusahaan induk di Jerman.Baca juga: Investasi Pabrik Pengolahan Kelapa dari China Berpotensi Naikkan Harga Kelapa di Tingkat PetaniPresiden Direktur PT QLI, Walter Grieve, mengatakan pihaknya sudah dua kali mengirimkan surat resmi kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan P Roeslani, untuk meminta percepatan proses perizinan agar proyek investasi segera berjalan.“Kita sudah menyampaikan surat untuk percepatan investasi kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi untuk kedua kalinya, dan kami juga sudah melakukan penandatanganan komitmen investasi di acara Anugerah Investasi yang diselenggarakan oleh BP Batam dan disaksikan oleh Wakil Kepala BP Batam, Ibu Li Claudia Chandra,” ujar Walter Grieve lewat keterangan pers, Selasa .“Dan kami mengajak BP Batam beserta jajarannya untuk ikut melihat langsung fasilitas yang kami bangun di Amerika Serikat dan Jerman, untuk melakukan ekspansi di Pulau Galang,” paparnya.Konsorsium menargetkan fasilitas industri ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global semikonduktor, tetapi juga memberi kontribusi terhadap ekonomi nasional.Mereka memperkirakan proyek ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen pada 2029, melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah mineral, dan penguatan ekosistem industri teknologi tinggi.“Pembangunan ini akan kami bangun bersama mitra lokal kami yaitu dengan Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park (GESEIP) di Pulau Galang dan kami berencana untuk memulai pada awal tahun 2026 setelah mendapat persetujuan dari BP Batam,” katanya.Lebih jauh, Walter Grieves menyebut target investasi pada proyek tersebut telah dimulai sejak KTT G20 Bali 2022, melalui pembahasan intensif dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan dukungan diplomatik dari Kedutaan Besar RI di Washington DC.Baca juga: Jepang Siapkan Stimulus Ekonomi Baru, Fokus ke AI dan SemikonduktorKomitmen tersebut semakin menguat setelah penandatanganan nota kesepahaman dalam Hannover Messe 2023 di Jerman, pameran industri terbesar di dunia. Indonesia saat itu menjadi negara mitra resmi.Momentum berlanjut dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pada 12 November 2023 antara Tynergy Group dan PT Galang Bumi Industri, pengelola kawasan Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park.Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Rosan Roeslani, yang kala itu menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.


(prf/ega)