Kementerian Komdigi: 413 Akses Internet Terdampak Banjir Sumatera Pulih

2026-01-14 06:31:13
Kementerian Komdigi: 413 Akses Internet Terdampak Banjir Sumatera Pulih
JAKARTA, - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memyebut, sebanyak 413 dari 602 akses internet yang terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sudah pulih.Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi, Fadillah Mathar alias Indah, mengatakan, banyak akses internet berada di fasilitas umum seperti sekolah dan layanan kesehatan.“Ada 602 yang terdampak, tetapi sekarang sudah pulih sebanyak 413 lokasi,” kata Indah dalam media briefing yang digelar PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) di Cikarang, Jawa Barat, Rabu .Baca juga: Kemenhub: Lonjakan Tarif di Aceh Muncul dari Penerbangan Charter, Bukan Maskapai RegulerIndah mengungkapkan, kondisi Aceh, Sumut, dan Sumbar yang terdampak bencana menyulitkan jaringan internet terestrial atau permukaan bumi seperti serat optik, kabel telepon, maupun menara BTS 4G.Di tengah situasi itu, pemerintah sangat terbantu dengan kehadiran koneksi internet Satelit Republik Indonesia (Satria)-1.Saat ini, sejumlah terminal penangkap sinyal internet dari Satria-1 sudah dipasang di beberapa posko Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk komunikasi dan koordinasi.“Pada saat ini teknologi seluler 4G maupun GG yang lain pada saat kejadian ini belum sepenuhnya bisa dipulihkan sehingga kemanfaatan dari satelit yang kita miliki atau Satria-1 ini menjadi sangat-sangat penting,” ujar Indah.Kapasitas setiap terminal itu, kata dia, mencapai 178 atau 200 Mbps dan bisa langsung dimanfaatkan para pengungsi.Baca juga: Berkat Satelit Satria-1, BAKTI Komdigi Bangun 30.000 Titik Akses InternetPada kesempatan itu, Indah menunjukkan bagaimana sambungan internet dari Satria-1 bisa digunakan warga terdampak untuk video call.“Kami membangun untuk wilayah bencana itu sekitar 18 lokasi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan kapasitas yang kita syaratkan minimal di 100 Mbps,” jelas Indah.


(prf/ega)