JAKARTA, - Pementasan teater Monoplay Melati Pertiwi sukses menghidupkan kembali kisah enam pahlawan perempuan Indonesia dalam panggung perdananya di hadapan awak media.Melalui sesi General Rehearsal (GR) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Selasa , para aktris menyuguhkan sebuah pengalaman yang intens dan emosional.Pertunjukan ini menjadi sebuah inisiatif untuk memperkenalkan kembali narasi sejarah dari sudut pandang para srikandi Nusantara.Baca juga: Monoplay Melati Pertiwi Pentaskan Enam Kisah Pahlawan Perempuan, Hadirkan Marcella Zalianty hingga Maudy KoesnaediProduser sekaligus pemeran tokoh Laksama Malahayati, Marcella Zalianty, menyebut pementasan ini sebagai persembahan untuk merayakan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.Usai pertunjukan, Marcella menegaskan bahwa pementasan ini memang dirancang untuk menggugah makna."Pertunjukan ini bisa dikatakan cukup serius ya. Mungkin enggak ada yang ketawa hari ini, tapi mudah-mudahan bisa meresapi dan memberikan makna," ujar Marcella.Baca juga: Maudy Koesnaedi Ungkap Tantangan Perankan Tokoh Pahlawan di Monoplay Melati PertiwiMeskipun disajikan dalam format monolog, alur cerita mengalir dengan baik dan berhasil membuat penonton meresapi setiap kisah perjuangan yang disampaikan.Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah debut panggung aktris muda Glory Hillary, yang memerankan pahlawan asal Maluku, Christina Martha Tiahahu.Dengan penjiwaan yang kuat dan pengucapan dialek Ambon yang otentik, penampilan Glory sukses membuat penonton trenyuh dan merasakan emosi perjuangan karakternya.Baca juga: Marcella Zalianty Ungkap Alasan Pilih Enam Pahlawan Perempuan yang Jarang Dikenal untuk Monoplay Melati Pertiwi"Kalau kesulitan untuk pelafalan sebenarnya enggak ada, karena aku memang berdarah Ambon juga. Jadi penyesuaiannya hanya di hafalan saja sih," kata Glory saat ditanya mengenai tantangannya.Selain itu, pertunjukan ini berhasil menyajikan poin-poin sejarah baru yang mungkin belum banyak diketahui publik, seperti perjuangan Ratu Kalinyamat dari Jepara yang diperankan oleh Hana Malasan.Monoplay Melati Pertiwi akan dipentaskan untuk publik pada 25 November 2025 di Gedung Kesenian Jakarta.
(prf/ega)
Monoplay Melati Pertiwi Hidupkan Kembali Kisah Pahlawan Perempuan, Narasi Sejarah dari Sudut Pandang Srikandi Nusantara
2026-01-12 04:00:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:23
| 2026-01-12 03:20
| 2026-01-12 01:46










































