Kilang Cilacap, Bukti Transformasi Pertamina Menuju Energi Hijau

2026-01-14 08:03:48
Kilang Cilacap, Bukti Transformasi Pertamina Menuju Energi Hijau
JAKARTA, – Upaya menekan emisi dan mempercepat transisi energi di Indonesia mulai menunjukkan hasil. Kilang Pertamina Internasional (KPI) lewat unit operasinya di Cilacap kini menjadi pelopor dalam pengolahan energi hijau di Tanah Air.Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menjelaskan bahwa pengembangan energi hijau dan rendah karbon menjadi salah satu strategi utama perusahaan dalam menghadapi tantangan energi masa depan.“Mengembangkan bisnis energi hijau dan rendah karbon merupakan salah satu dari dua strategi pertumbuhan ganda KPI. Strategi lainnya adalah memperkuat bisnis eksisting dengan meningkatkan kapasitas kilang dalam mengolah minyak mentah menjadi BBM,” ujar Milla melalui keterangannya, Rabu .Di Kilang Cilacap, KPI menjalankan dua proyek strategis yang berorientasi pada bahan bakar ramah lingkungan. Pertama adalah Proyek Blue Sky Cilacap yang mulai beroperasi sejak Agustus 2019. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline dari standar Euro 2 menjadi Euro 5, yang lebih ramah lingkungan.Baca juga: Usai Dikritik di DPR, Dirut Pertamina Sambangi Menkeu Purbaya Bahas Kilang Minyak Baru Menurut Milla, peningkatan kualitas BBM dilakukan menggunakan teknologi Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) serta pembangunan fasilitas pendukung seperti New Platformer dan Sulfur Recovery Unit. Teknologi tersebut menekan kadar sulfur dalam BBM sehingga emisi gas buang kendaraan menjadi lebih bersih.“Melalui Proyek Blue Sky Cilacap kami menghadirkan BBM setara Euro 5 yang dirancang untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Ini sejalan dengan regulasi emisi yang menjadi acuan global,” jelasnya.Proyek ini berhasil meningkatkan produksi Gasoline RON 92 dari 23 ribu barrel per hari menjadi 53 ribu barrel per hari.Selain meningkatkan kualitas bahan bakar fosil, Kilang Cilacap juga mempelopori pengolahan bahan bakar nabati melalui Proyek Green Refinery Cilacap Phase 1 yang beroperasi sejak Februari 2022.Baca juga: Kilang Balongan Pertamina Perkuat Keselamatan dengan Teknologi dan Filosofi JawaDalam proyek ini, kilang memproduksi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau diesel terbarukan dari minyak nabati (minyak sawit), dengan merek dagang Pertamina RD. Kapasitas produksi HVO di kilang ini mencapai 3 ribu barrel per hari, menggunakan bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO).Tak berhenti di situ, KPI juga mengembangkan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) — bahan bakar pesawat yang diolah dari minyak jelantah dengan metode co-processing Katalis Merah Putih, hasil inovasi anak bangsa. Kilang Cilacap mampu memproduksi 9 ribu barrel PertaminaSAF per hari.“PertaminaSAF menjadi solusi inovatif dalam menjawab tantangan emisi karbon dari sektor penerbangan, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia terhadap transisi energi,” ungkap Milla.Baca juga: Kilang Plaju, Penjaga Energi yang Tetap Perkasa di Atas Usia 100 Tahun


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-14 07:55