Pemerintah Percepat Pengembangan Angkutan Umum Massal di 22 Kota dalam RPJMN 2025–2029

2026-01-16 06:13:52
Pemerintah Percepat Pengembangan Angkutan Umum Massal di 22 Kota dalam RPJMN 2025–2029
JAKARTA,   — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat program pengembangan angkutan umum massal perkotaan sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.Program ini menjadi bagian dari target nasional untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang terjangkau, efisien, dan terintegrasi di 20 kota utama yang kemudian berkembang menjadi 22 kota.Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan, menyampaikan fokus pengembangan angkutan umum massal perkotaan berkaitan dengan efisiensi biaya transportasi masyarakat.Baca juga: Dapat Pendanaan dari World Bank, Kemenhub Targetkan Pengembangan Sistem Angkutan Umum Perkotaan Selesai 2027WIKIMEDIA COMMONS/VULCANSPHERE Ilustrasi lalu lintas di Jakarta, transportasi umum di Jakarta.Ia menyinggung besarnya porsi pengeluaran rumah tangga yang habis untuk kebutuhan mobilitas.“Program Pengembangan Angkutan Umum Massal Perkotaan diharapkan dapat menekan tingginya biaya transportasi. Seperti yang diketahui bahwa biaya transportasi menggerus 30 sampai 40 persen pendapatan masyarakat. Angkutan umum terjangkau akan mengurangi beban biaya transportasi yang bisa dialihkan ke investasi, pendidikan, dan kesehatan sebagai bagian dari pengentasan kemiskinan,” kata Aan dalam keterangan tertulis, Rabu . Ia juga menyoroti harapan pemerintah agar penguatan transportasi publik bisa mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.Menurutnya, dampaknya tidak hanya pada pengeluaran rumah tangga, tetapi juga pada ketahanan energi nasional.“Kami juga berharap agar program ini dapat mendorong perpindahan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum sehingga dapat meningkatkan ketahanan energi. Seperti yang diketahui bahwa sektor transportasi mengambil 90 persen subsidi BBM yang mencapai Rp 300 triliun per tahun. Dan dengan hal tersebut kawasan perkotaan berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-16 05:09