Kenapa Daya Beli Masyarakat Penting untuk Perekonomian Indonesia?

2026-01-16 02:25:57
Kenapa Daya Beli Masyarakat Penting untuk Perekonomian Indonesia?
JAKARTA, - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 dilaporkan mencapai 5,04 persen secara tahunan atau year on year (yoy).Namun demikian, dinamika di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut masih sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumsi rumah tangga dan kondisi daya beli masyarakat.Lalu, kenapa daya beli masyarakat sangat penting bagi perekonomian Indonesia?Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III-2025SHUTTERSTOCK/NUMBER1411 IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia 2025 akan tumbuh di bawah 5 persen. Sementara per kuartal II-2025, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI 5,12 persen. Sebagai informasi, PDB diperoleh dari rumus C + I + G + (X - M), yang merupakan pendekatan pengeluaran.Ini berarti PDB adalah jumlah dari konsumsi rumah tangga (C), investasi bisnis (I), pengeluaran atau belanja pemerintah (G), dan ekspor neto (X) dikurangi impor (M).Ada juga pendekatan lain untuk menghitung PDB, seperti pendekatan pendapatan atau produksi, tetapi pendekatan pengeluaran adalah yang paling sering digunakan.Yang dimaksud dengan konsumsi (C) adalah pengeluaran oleh rumah tangga untuk barang dan jasa. Sementara itu, investasi (I) adalah pengeluaran oleh bisnis untuk investasi, seperti peralatan, bangunan, dan inventaris.Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025, Apa Saja Penopangnya? Kemudian, pengeluaran atau belanja pemerintah (G) adalah belanja pemerintah untuk barang dan jasa, termasuk gaji pegawai negeri dan pengeluaran militer.Lalu, ekspor (X) didperoleh dari nilai barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri dan dijual ke negara lain. Impor (M) adalah nilai barang dan jasa yang dibeli dari luar negeri.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-16 02:00