Legislator Harap PP soal Perpol Jabatan Polisi Tak Bingungkan Publik

2026-02-03 13:31:58
Legislator Harap PP soal Perpol Jabatan Polisi Tak Bingungkan Publik
JAKARTA, - Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, berharap agar Peraturan Pemerintah (PP) yang akan mengakhiri polemik Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025 tidak membuat norma baru di luar UU Polri.Menurutnya, fungsi utama PP adalah memperjelas isi undang-undang, bukan menafsirkan apalagi memperluas norma yang berpotensi membingungkan masyarakat."Karena tugas dari Peraturan Pemerintah itu untuk memperjelas undang-undang itu. Jangan sampai Peraturan Pemerintah itu justru lebih tidak memperjelas lagi, tambah bingung masyarakat," kata Tandra saat dihubungi, Senin .PP atau Peraturan Pemerintah adalah produk hukum yang dibikin oleh presiden dan pemerintahannya (eksekutif) untuk melaksanakan UU yang sudah ada.Baca juga: IPW: Perpol 10/2025 Kini Jadi Tanggung Jawab Pemerintah dan DPR, Bukan KapolriOleh karenanya, ia menambahkan, PP itu jangan sampai menambah norma baru."Karena norma itu, ya itu hanya boleh diatur di dalam undang-undang atau Perda. Norma yang memberi sanksi ya. Sedangkan Peraturan Pemerintah itu hanya memperjelas apa yang ada di dalam undang-undang itu," tuturnya.Soedeson Tandra memandang Perpol 10/2025 juga sudah tepat. Meski begitu, jika pemerintah akan memperkuatnya lewat PP, itu juga tidak masalah."Saya ulangi ya, Perpol itu sudah tepat. Karena itu kan masalah teknis di bawah kepolisian, sehingga Kapolri berhak mengeluarkan yang namanya Perpol Nomor 10. Sudah tepat. Nah, kalau kami ini menangkap maksud baik saja. Sehingga kami, kalaupun mengeluarkan Peraturan Pemerintah, ya silakan saja," kata dia.Lebih jauh, ia juga mengatakan, isi dalam Perpol 10/2025 ke depannya juga akan dimuat dalam revisi UU Polri yang dijalankan di DPR.Hanya saja, proses revisi UU Polri memakan waktu panjang sehingga ia mempersilakan jika pemerintah menerbitkan PP lebih dahulu. "Itu sudah pasti. Sudah pasti kita akan tambah di situ," ujar dia singkat.Baca juga: Alasan Pemerintah Pilih Terbitkan PP untuk Akhiri Polemik Jabatan Sipil PolriSebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pemerintah menyepakati penyusunan PP untuk menyelesaikan polemik terkait Perpol 10/2025.Sebab, ada yang menilai Perpol itu bertentangan dengan putusan MK.Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Yusril dan sejumlah pemangku kepentingan terkait menggelar rapat untuk membahas hal ini.Baca juga: Pemerintah Kebut PP Penugasan Anggota Polri, Ditargetkan Rampung Akhir Januari 2026Hasilnya, menyepakati pembentukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP).Rapat itu dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD."Dan untuk mencari solusi menyelesaikan persoalan ini, maka dengan persetujuan dari Bapak Presiden, itu akan dirumuskan dalam bentuk satu Peraturan Pemerintah karena bisa melingkupi semua instansi, kementerian, lembaga yang diatur oleh Peraturan Pemerintah," kata Yusril dalam konferensi pers di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-03 11:14